Home
Login.
Artikelilmiahs
51087
Update
SITI ATTAMIMI AL AHDI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Variasi Anatomi Osteomeatal Complex dengan Sinusitis Maksilaris pada Pemeriksaan Computed Tomography di RSUD Ajibarang Tahun 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Osteomeatal complex (OMC) adalah jalur utama drainase sinus paranasal, di mana variasi anatomi seperti deviasi septum nasi dapat mengganggu aliran udara serta meningkatkan risiko sinusitis, sehingga CT Scan menjadi metode terbaik untuk mengevaluasinya. Tujuan: Mengetahui hubungan antara variasi anatomi OMC dengan sinusitis maksilaris berdasarkan hasil CT Scan kepala di RSUD Ajibarang tahun 2024. Metodologi: Penelitian analitik observasional cross-sectional ini menggunakan data CT Scan kepala dengan variabel bebas berupa variasi anatomi OMC dan variabel terikat sinusitis maksilaris; penilaian oleh tiga observer diuji menggunakan Fleiss’ Kappa, dilanjutkan analisis univariat untuk melihat frekuensi, serta analisis bivariat menggunakan Chi-square (χ²) dengan p < 0,05. Hasil: Tingkat kesesuaian antar-observer substantial hingga sempurna (κ = 0,76–1,00), dengan sebagian besar pasien mengalami sinusitis maksilaris (69,44%) dan variasi anatomi terbanyak berupa deviasi septum nasi (52,78%), di mana hanya deviasi septum nasi yang memiliki hubungan bermakna dengan sinusitis maksilaris (p=0,001). Kesimpulan: Deviasi septum nasi merupakan variasi anatomi OMC yang berhubungan signifikan dengan sinusitis maksilaris, sedangkan variasi lainnya tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kata Kunci : osteomeatal complex, deviasi septum nasi, sinusitis maksilaris, CT Scan
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: The osteomeatal complex (OMC) is the main drainage pathway of the paranasal sinuses, where anatomical variations such as nasal septal deviation may disrupt airflow and increase the risk of sinusitis; therefore, CT Scan serves as the best modality for its evaluation. Objective: To determine the association between OMC anatomical variations and maxillary sinusitis based on head CT Scan results at Ajibarang Regional Hospital in 2024. Methodology: This analytic observational cross-sectional study used head CT Scan data, with OMC anatomical variations as the independent variables and maxillary sinusitis as the dependent variable. Interobserver agreement was assessed using Fleiss’ Kappa, followed by univariate analysis to determine frequency distribution, and bivariate analysis using the Chi-square (χ²) test with a significance level of p < 0,05. Results: Interobserver agreement was substantial to almost perfect (κ = 0.76–1.00). Most patients presented with maxillary sinusitis (69.44%), and the most common anatomical variation was nasal septal deviation (52.78%), with only nasal septal deviation showing a significant association with maxillary sinusitis (p = 0.001). Conclusion: Nasal septal deviation is the only OMC anatomical variation significantly associated with maxillary sinusitis, while other variations showed no meaningful correlation. Keywords: osteomeatal complex, nasal septal deviation, maxillary sinusitis, CT Scan
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save