Artikel Ilmiah : D1B023010 a.n. MUKHAMAD RIKO AZULFA

Kembali Update Delete

NIMD1B023010
NamamhsMUKHAMAD RIKO AZULFA
Judul ArtikelPerbandingan Performa Produksi Ayam Petelur Strain Lohmann Brown
pada Sistem Pemeliharaan dengan Ketinggian Lokasi Berbeda
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa produksi ayam petelur strain Lohmann
Brown pada dua lokasi budidaya dengan kondisi lingkungan yang berbeda, yaitu Kandang X di dataran
tinggi (±620 mdpl) dan Kandang Y di dataran rendah (±145 mdpl). Pengamatan dilakukan pada fase
produksi umur 25–35 minggu dengan menilai indikator kinerja Hen Day Production (HDP), Feed
Conversion Ratio (FCR), dan mortalitas untuk menggambarkan tingkat produktivitas, efisiensi
pemanfaatan pakan, dan kondisi kesehatan flock. Data diperoleh melalui pencatatan produksi harian
dan observasi langsung sistem pemeliharaan, kemudian dianalisis menggunakan uji t dua sampel
independen (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kandang X memiliki HDP lebih tinggi
(94,67 ± 1,88) dan FCR lebih efisien (2,06 ± 0,07) dibandingkan Kandang Y (90,67 ± 0,90 dan 2,37 ±
0,45), dengan perbedaan signifikan (p < 0,01). Sementara itu, tingkat mortalitas antara kedua
peternakan relatif rendah dan tidak menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik (p = 0,054),
menunjukkan bahwa perbedaan performa produksi bukan disebabkan oleh gangguan kesehatan, tetapi
terutama oleh kondisi lingkungan termal. Dengan demikian, ketinggian lokasi dan suhu lingkungan
berperan penting dalam menentukan efisiensi produksi ayam petelur.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to compare the production performance of Lohmann Brown laying hens at two farming
locations with different environmental conditions, namely Kandang X in the highlands (±620 metres
above sea level) and Kandang Y in the lowlands (±145 metres above sea level). Observations were made
during the 25–35 week production phase by assessing the performance indicators of Hen Day
Production (HDP), Feed Conversion Ratio (FCR), and mortality to describe the level of productivity, feed
utilisation efficiency, and flock health. Data were obtained through daily production records and direct
observation of the maintenance system, then analysed using an independent two-sample t-test (α =
0.05). The results showed that Kandang X had a higher HDP (94.67 ± 1.88) and a more efficient FCR
(2.06 ± 0.07) than Kandang Y (90.67 ± 0.90 and 2.37 ± 0.45), with a significant difference (p < 0.01).
Meanwhile, the mortality rate between the two farms was relatively low and did not show a statistically
significant difference (p = 0.054), indicating that the difference in production performance was not
caused by health problems, but mainly by thermal environmental conditions. Thus, location altitude
and environmental temperature play an important role in determining the production efficiency of
laying hens.
Kata kunciAyam petelur, Hen Day Production, Feed Conversion Ratio, mortalitas, ketinggian
Pembimbing 1Ir. Imam Suswoyo, M. Agr. Sc., IPM.
Pembimbing 2Dr. Tri Rachmanto Prihambodo, S.Pt., M. Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-11-14 13:49:51.896831
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.