Artikel Ilmiah : D1A021189 a.n. RADITYA ZIQRI KASNAYA SAKTI

Kembali Update Delete

NIMD1A021189
NamamhsRADITYA ZIQRI KASNAYA SAKTI
Judul ArtikelPENGARUH BANGSA SAPI LOKAL PADA PEMBERIAN PAKAN YANG SAMA TERHADAP
KECERNAAN PROTEIN DAN SERAT KASAR
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian berjudul “Pengaruh Bangsa Sapi Lokal pada Pemberian Pakan yang Sama
Terhadap Kecernaan Protein dan Serat Kasar” dilakukan dengan bertujuan mengkaji
pengaruh bangsa sapi lokal terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar
pada kondisi pakan dan lingkungan yang sama. Penelitian secara eksperimental
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 ekor sapi lokal jantan yang terdiri
dari sapi Bali Flores (R1), Madura Flores (R2), Peranakan Ongol (R3), dan sapi Madura (R4)
masing-masing 4 ekor dan keempat jenis bangsa sapi tersebut sebagai perlakuan. Jerami
padi diberikan secara adlibitum dan konsentrat diberikan sebanyak 2 kali sehari dengan
imbangan 70:30. Peubah yang diukur yaitu kecernaan protein kasar dan kecernaan serat
kasar. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa bangsa sapi berpengaruh sangat nyata
terhadap kecernaan serat kasar (P<0,01), namun tidak berpengaruh pada kecernaan
protein kasar (P>0,05). Rataan kecernaan serat kasar bangsa sapi lokal R1: 73.18 ± 5.5%, R2:
51.64 ± 11.09%, R3 : 40.68 ± 14.78%, dan R4 : 56.46 ± 6.2% (P<0,01), sedangkan rataan
kecernaan protein kasar bangsa sapi lokal R1 : 67.38 ± 10.7%, R2 : 80.39 ± 3,01%, R3 : 75.33
± 6.2%, R4 : 70.37 ± 1.4% (P>0,05). Uji lanjut menggunakan uji DMRT menunjukkan bangsa
sapi bali flores memiliki presentase nilai kecernaan serat kasar tertinggi diantara bangsa
sapi lokal lainya yaitu sebesar (73.18%) yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan
sapi Madura Flores (51,64%), sapi Peranakan Onggole (40,68%) dan sapi Madura (56,46%).
Abtrak (Bhs. Inggris)The study entitled “The Effect of Local Cattle Breeds on the Same Feed on Protein and
Crude Fiber Digestibility” was conducted with the aim of examining the influence of local
cattle breeds on crude protein digestibility and crude fiber digestibility under the same feed
and environmental conditions. The study was experimentally conducted using a Completely
Randomized Design (CRD) with 16 male local cattle, consisting of Bali Flores cattle (R1),
Madura Flores (R2), Peranakan Ongol (R3), and Madura cattle (R4), with 4 animals each,
and these four cattle breeds as treatments. Rice straw was provided ad libitum and
concentrate was given twice daily in a 70:30 ratio. The variables measured were crude
protein digestibility and crude fiber digestibility. The results of the variance analysis showed
that cattle breed had a highly significant effect on crude fiber digestibility (P<0.01), but had
no effect on crude protein digestibility (P>0.05). The average crude fiber digestibility of local
cattle breeds was R1: 73.18 ± 5.5%, R2: 51.64 ± 11.09%, R3: 40.68 ± 14.78%, and R4: 56.46
± 6.2% (P<0.01), while the average crude protein digestibility of local cattle breeds was R1:
67.38 ± 10.7%, R2: 80.39 ± 3.01%, R3: 75.33 ± 6.2%, R4: 70.37 ± 1.4% (P>0.05). Further
testing using the DMRT test showed that the Bali Flores cattle breed had the highest
percentage of crude fiber digestibility among other local cattle breeds, at 73.18%, which
was significantly different (P<0.01) compared to Madura Flores cattle (51.64%), Peranakan
Onggole cattle (40.68%), and Madura cattle (56.46%).
Kata kunciBangsa sapi lokal, kecernaan protein kasar, kecernaan serat kasar
Pembimbing 1Dr. Ir. Efka Aris Rimbawanto, MP., IPU.
Pembimbing 2Prof. Dr. Ir. Bambang Hartoyo, M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2025-11-13 10:43:38.129667
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.