Artikel Ilmiah : L1C021061 a.n. MAULANA DAFFA FADHLURROHMAN

Kembali Update Delete

NIML1C021061
NamamhsMAULANA DAFFA FADHLURROHMAN
Judul ArtikelANALISIS LANDSCAPE MANGROVE BERDASARKAN
FRAKSI SEDIMEN DI KAWASAN MANGROVE TRITIH
KULON, CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Landscape mangrove berdasarkan
fraksi sedimen di Kawasan Ekowisata Tritih Kulon, Cilacap. Fokus utama
penelitian mencakup tiga aspek, yaitu: analisis tingkat kerapatan vegetasi
mangrove, identifikasi jenis fraksi sedimen yang terdapat pada masing-masing
stasiun, serta visualisasi zonasi Landscape mangrove berdasarkan distribusi
sedimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan menggunakan
metode transek plot untuk pengambilan data vegetasi, serta metode pengayakan
dan pemipetan untuk menentukan jenis fraksi sedimen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa spesies Rhizophora mucronata memiliki kerapatan paling
tinggi, yaitu sekitar 1.295 individu per hektar, menunjukkan kondisi
pertumbuhan yang baik. Sebaliknya, Bruguiera gymnorrhiza dan Nypa fruticans
memiliki kerapatan rendah dan hanya ditemukan di beberapa stasiun.
Berdasarkan hasil analisis sedimen, ditemukan bahwa fraksi debu mendominasi
komposisi sedimen dengan persentase antara 69–79% di seluruh lokasi
pengambilan sampel, diikuti oleh fraksi pasir dan liat. Visualisasi Landscape
menunjukkan pola zonasi vegetasi dari arah laut ke daratan, di mana R.
mucronata mendominasi bagian tengah, B. gymnorrhiza berada di zona transisi,
dan N. fruticans ditemukan di bagian belakang. Zona tengah yang lebih stabil
diduga menjadi faktor utama tingginya kerapatan vegetasi, sedangkan zona
depan dan belakang lebih dipengaruhi oleh pasang surut dan aktivitas manusia.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze the mangrove landscape based on sediment fractions
in the Tritih Kulon Ecotourism Area, Cilacap. The research focuses on assessing
mangrove vegetation density, identifying sediment fractions, and visualizing
mangrove zonation in relation to sediment characteristics. The study was
conducted in June 2025 using field surveys and laboratory analysis. Results show
that Rhizophora mucronata had the highest average density at approximately 1,295
individuals per hectare, indicating favorable growing conditions. In contrast,
Bruguiera gymnorrhiza and Nypa fruticans had low densities and were only present
at several stations. Sediment analysis revealed a dominance of silt fractions, with
percentages ranging from 69% to 79% across all sampling stations, while sand
and clay were present in smaller proportions. The mangrove zonation pattern
from seaward to landward areas shows R. mucronata dominating the middle
zones, followed by B. gymnorrhiza in transitional zones and N. fruticans further
inland. The high density in the middle zone suggests more stable environmental
conditions, while the front and back zones are more influenced by tidal dynamics
and anthropogenic activities. These findings provide a spatial understanding of
mangrove distribution in relation to sediment composition, which is essential for
sustainable management and conservation planning.
Kata kunciLandscape, mangrove, fraksi sedimen, Tritih Kulon, Cilacap.
Pembimbing 1Hendrayana S.Kel., M.Si.
Pembimbing 2Any Kurniawati S.Kel., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-08-18 14:13:20.909902
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.