Home
Login.
Artikelilmiahs
49979
Update
MAULANA DAFFA FADHLURROHMAN
NIM
Judul Artikel
ANALISIS LANDSCAPE MANGROVE BERDASARKAN FRAKSI SEDIMEN DI KAWASAN MANGROVE TRITIH KULON, CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Landscape mangrove berdasarkan fraksi sedimen di Kawasan Ekowisata Tritih Kulon, Cilacap. Fokus utama penelitian mencakup tiga aspek, yaitu: analisis tingkat kerapatan vegetasi mangrove, identifikasi jenis fraksi sedimen yang terdapat pada masing-masing stasiun, serta visualisasi zonasi Landscape mangrove berdasarkan distribusi sedimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 dengan menggunakan metode transek plot untuk pengambilan data vegetasi, serta metode pengayakan dan pemipetan untuk menentukan jenis fraksi sedimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies Rhizophora mucronata memiliki kerapatan paling tinggi, yaitu sekitar 1.295 individu per hektar, menunjukkan kondisi pertumbuhan yang baik. Sebaliknya, Bruguiera gymnorrhiza dan Nypa fruticans memiliki kerapatan rendah dan hanya ditemukan di beberapa stasiun. Berdasarkan hasil analisis sedimen, ditemukan bahwa fraksi debu mendominasi komposisi sedimen dengan persentase antara 69–79% di seluruh lokasi pengambilan sampel, diikuti oleh fraksi pasir dan liat. Visualisasi Landscape menunjukkan pola zonasi vegetasi dari arah laut ke daratan, di mana R. mucronata mendominasi bagian tengah, B. gymnorrhiza berada di zona transisi, dan N. fruticans ditemukan di bagian belakang. Zona tengah yang lebih stabil diduga menjadi faktor utama tingginya kerapatan vegetasi, sedangkan zona depan dan belakang lebih dipengaruhi oleh pasang surut dan aktivitas manusia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the mangrove landscape based on sediment fractions in the Tritih Kulon Ecotourism Area, Cilacap. The research focuses on assessing mangrove vegetation density, identifying sediment fractions, and visualizing mangrove zonation in relation to sediment characteristics. The study was conducted in June 2025 using field surveys and laboratory analysis. Results show that Rhizophora mucronata had the highest average density at approximately 1,295 individuals per hectare, indicating favorable growing conditions. In contrast, Bruguiera gymnorrhiza and Nypa fruticans had low densities and were only present at several stations. Sediment analysis revealed a dominance of silt fractions, with percentages ranging from 69% to 79% across all sampling stations, while sand and clay were present in smaller proportions. The mangrove zonation pattern from seaward to landward areas shows R. mucronata dominating the middle zones, followed by B. gymnorrhiza in transitional zones and N. fruticans further inland. The high density in the middle zone suggests more stable environmental conditions, while the front and back zones are more influenced by tidal dynamics and anthropogenic activities. These findings provide a spatial understanding of mangrove distribution in relation to sediment composition, which is essential for sustainable management and conservation planning.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save