| NIM | A1C021051 |
| Namamhs | FAIZAL NUR FAJRIN |
| Judul Artikel | PENGARUH VARIASI JARAK TANAM DAN SISTEM TANAM TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI KETAN DI LAHAN TERGENANG |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Padi ketan (Oryza sativa var. glutinosa) merupakan komoditas strategis dengan nilai ekonomis tinggi (Rp15.000–30.000/kg), namun produktivitas nasional masih rendah (4-5 ton/ha) sehingga bergantung pada impor. Kendala utama adalah keterbatasan lahan tergenang permanen di daerah rawan banjir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh sistem tanam (langsung/T1 vs apung/T2) dan jarak tanam (20×20 cm²/J1 vs 30×30 cm²/J2) terhadap produktivitas padi ketan di lahan tergenang, serta menentukan kombinasi optimal. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 12 unit percobaan (2 sistem × 2 jarak × 3 ulangan). Variabel yang diamati meliputi jumlah anakan produktif, berat gabah basah/kering, jumlah gabah per malai, bobot 100 butir gabah, dan produktivitas. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji DMRT 5%. Hasil menunjukkan kombinasi T1J2 (tanam langsung + jarak 30×30 cm²) memberikan produktivitas tertinggi (0,583 kg/m²) dengan jumlah anakan produktif 27,11±1,06 batang, berat gabah kering 38,33±0,58 g, dan bobot 100 butir gabah 2,87±0,03 g. Interaksi sistem tanam dan jarak tanam berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap semua parameter kecuali bobot 100 butir gabah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Glutinous rice (Oryza sativa var. glutinosa) is a strategic commodity with high economic value (IDR 15,000–30,000/kg), but national productivity remains low (4-5 tons/ha), leading to import dependency. The main constraint is limited permanently flooded land in flood-prone areas. This study aimed to evaluate the effect of planting systems (direct/T1 vs. floating/T2) and planting distances (20×20 cm²/J1 vs. 30×30 cm²/J2) on glutinous rice productivity in flooded land, and determine the optimal combination. A factorial Completely Randomized Design (CRD) was used with 12 experimental units (2 systems × 2 distances × 3 replications). Observed variables included productive tillers, wet/dry grain weight, grains per panicle, 100-grain weight, and productivity. Data were analyzed using ANOVA and DMRT 5%. Results showed the T1J2 combination (direct planting + 30×30 cm² spacing) yielded the highest productivity (0.583 kg/m²) with productive tillers of 27.11±1.06 stems, dry grain weight of 38.33±0.58 g, and 100-grain weight of 2.87±0.03 g. The interaction between planting system and distance significantly affected (p<0.01) all parameters except 100-grain weight. |
| Kata kunci | Jarak tanam, lahan tergenang, padi ketan, produktivitas, sistem tanam |
| Pembimbing 1 | Afik Hardanto, S.TP., M.Sc., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Ardiansyah, S.TP., M.Si., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2025-08-15 11:05:20.572602 |
|---|