Home
Login.
Artikelilmiahs
49894
Update
FAIZAL NUR FAJRIN
NIM
Judul Artikel
PENGARUH VARIASI JARAK TANAM DAN SISTEM TANAM TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI KETAN DI LAHAN TERGENANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi ketan (Oryza sativa var. glutinosa) merupakan komoditas strategis dengan nilai ekonomis tinggi (Rp15.000–30.000/kg), namun produktivitas nasional masih rendah (4-5 ton/ha) sehingga bergantung pada impor. Kendala utama adalah keterbatasan lahan tergenang permanen di daerah rawan banjir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh sistem tanam (langsung/T1 vs apung/T2) dan jarak tanam (20×20 cm²/J1 vs 30×30 cm²/J2) terhadap produktivitas padi ketan di lahan tergenang, serta menentukan kombinasi optimal. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 12 unit percobaan (2 sistem × 2 jarak × 3 ulangan). Variabel yang diamati meliputi jumlah anakan produktif, berat gabah basah/kering, jumlah gabah per malai, bobot 100 butir gabah, dan produktivitas. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji DMRT 5%. Hasil menunjukkan kombinasi T1J2 (tanam langsung + jarak 30×30 cm²) memberikan produktivitas tertinggi (0,583 kg/m²) dengan jumlah anakan produktif 27,11±1,06 batang, berat gabah kering 38,33±0,58 g, dan bobot 100 butir gabah 2,87±0,03 g. Interaksi sistem tanam dan jarak tanam berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap semua parameter kecuali bobot 100 butir gabah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Glutinous rice (Oryza sativa var. glutinosa) is a strategic commodity with high economic value (IDR 15,000–30,000/kg), but national productivity remains low (4-5 tons/ha), leading to import dependency. The main constraint is limited permanently flooded land in flood-prone areas. This study aimed to evaluate the effect of planting systems (direct/T1 vs. floating/T2) and planting distances (20×20 cm²/J1 vs. 30×30 cm²/J2) on glutinous rice productivity in flooded land, and determine the optimal combination. A factorial Completely Randomized Design (CRD) was used with 12 experimental units (2 systems × 2 distances × 3 replications). Observed variables included productive tillers, wet/dry grain weight, grains per panicle, 100-grain weight, and productivity. Data were analyzed using ANOVA and DMRT 5%. Results showed the T1J2 combination (direct planting + 30×30 cm² spacing) yielded the highest productivity (0.583 kg/m²) with productive tillers of 27.11±1.06 stems, dry grain weight of 38.33±0.58 g, and 100-grain weight of 2.87±0.03 g. The interaction between planting system and distance significantly affected (p<0.01) all parameters except 100-grain weight.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save