Artikel Ilmiah : F1A020099 a.n. IVANDRA DHIYAA BAGASKARA

Kembali Update Delete

NIMF1A020099
NamamhsIVANDRA DHIYAA BAGASKARA
Judul ArtikelKontribusi Gerakan Banyumas Zero Waste dalam Pembangunan Pedesaan
Berkelanjutan (Studi Kasus pada Kelompok Swadaya Masyarakat di
TempatPengolahan Sampah Terpadu Kedungrandu, Patikraja)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika proses pembentukan Gerakan Banyumas Zero
Waste di tingkat pedesaan, termasuk aktor-aktor penggeraknya, menganalisis hambatan-
hambatan sosial serta strategi komunitas dalam membangun partisipasi kolektif masyarakat desa
dan menelaah peran gerakan ini dalam bentuk kesadaran kolektif dan kontribusinya terhadap
transformasi sosial menuju pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Teknik pengambilan
data melalui wawancara untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif mengenai interaksi
sosial dan kondisi di lapangan. Penelitian ini menggunakan beberapa referensi jurnal terkait yang
sejalan dengan topik penelitian. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang
diberikan pemerintah dalam pengelolaan sampah berbasis Zero Waste dimulai dari tingkat desa
hingga kabupaten dengan adanya TPST hingga TPA BLE. Hambatan yang dihadapi berasal dari
kurangnya partisipasi masyarakat, fasilitas pengelolaan sampah masih terbatas dan kesenjangan
literasi digital dan informasi. Strategi yang dapat diterapkan adalah meningkatkan peran
pemerintah, penggunaan insentif sosial dan ekonomi serta peningkatan pengadaan sarana dan
prasarana pengolah sampah. Dampak Gerakan Banyumas Zero Waste dalam pembangunan
pedesaan berkelanjutan adalah dampak ekonomi, sosial dan lingkungan, seperti meningkatkan
pendapatan tambahan masyarakat melalui bank sampah. perubahan perilaku masyarakat
terhadap sampah, pengurangan volume sampah, pengendalian pencemaran dan pelestarian
ekosistem lokal.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to examine the dynamics of the formation process of the Banyumas Zero Waste
Movement at the village level, including the driving actors, to analyze social barriers, and to explore
community strategies in building collective participation among rural communities. It also
investigates the role of this movement in fostering collective awareness and its contribution to social
transformation toward sustainable rural development. Data collection was conducted through
interviews to obtain comprehensive information about social interactions and on-the-ground
conditions. This study also refers to several relevant academic journals aligned with the research
topic. The main findings indicate that government-provided facilities for Zero Waste-based waste
management range from the village to the regency level, including the existence of TPST (Waste
Processing Sites) to BLE TPA (Regional Waste Disposal Sites). The obstacles faced include low
community participation, limited waste management facilities, and gaps in digital and
informational literacy. Strategies that can be implemented involve enhancing the role of the
government, strengthening social and economic incentives, and improving the availability of waste
processing infrastructure. The impact of the Banyumas Zero Waste Movement on sustainable rural
development includes economic, social, and environmental benefits, such as increasing additional
income through waste banks, changes in community behavior toward waste, reduction in waste
volume, pollution control, and the preservation of local ecosystems.
Kata kunciZero Waste, Pembangunan berkelanjutan, Kontribusi
Pembimbing 1Prof. Dr. Imam Santosa. M.Si.
Pembimbing 2Prof. Dr. Edy Suyanto. M.Si.
Pembimbing 3Prof. Dr. Muslihudin. M.Si.
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-08-14 14:22:57.423286
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.