Home
Login.
Artikelilmiahs
49848
Update
IVANDRA DHIYAA BAGASKARA
NIM
Judul Artikel
Kontribusi Gerakan Banyumas Zero Waste dalam Pembangunan Pedesaan Berkelanjutan (Studi Kasus pada Kelompok Swadaya Masyarakat di TempatPengolahan Sampah Terpadu Kedungrandu, Patikraja)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika proses pembentukan Gerakan Banyumas Zero Waste di tingkat pedesaan, termasuk aktor-aktor penggeraknya, menganalisis hambatan- hambatan sosial serta strategi komunitas dalam membangun partisipasi kolektif masyarakat desa dan menelaah peran gerakan ini dalam bentuk kesadaran kolektif dan kontribusinya terhadap transformasi sosial menuju pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Teknik pengambilan data melalui wawancara untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif mengenai interaksi sosial dan kondisi di lapangan. Penelitian ini menggunakan beberapa referensi jurnal terkait yang sejalan dengan topik penelitian. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang diberikan pemerintah dalam pengelolaan sampah berbasis Zero Waste dimulai dari tingkat desa hingga kabupaten dengan adanya TPST hingga TPA BLE. Hambatan yang dihadapi berasal dari kurangnya partisipasi masyarakat, fasilitas pengelolaan sampah masih terbatas dan kesenjangan literasi digital dan informasi. Strategi yang dapat diterapkan adalah meningkatkan peran pemerintah, penggunaan insentif sosial dan ekonomi serta peningkatan pengadaan sarana dan prasarana pengolah sampah. Dampak Gerakan Banyumas Zero Waste dalam pembangunan pedesaan berkelanjutan adalah dampak ekonomi, sosial dan lingkungan, seperti meningkatkan pendapatan tambahan masyarakat melalui bank sampah. perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah, pengurangan volume sampah, pengendalian pencemaran dan pelestarian ekosistem lokal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to examine the dynamics of the formation process of the Banyumas Zero Waste Movement at the village level, including the driving actors, to analyze social barriers, and to explore community strategies in building collective participation among rural communities. It also investigates the role of this movement in fostering collective awareness and its contribution to social transformation toward sustainable rural development. Data collection was conducted through interviews to obtain comprehensive information about social interactions and on-the-ground conditions. This study also refers to several relevant academic journals aligned with the research topic. The main findings indicate that government-provided facilities for Zero Waste-based waste management range from the village to the regency level, including the existence of TPST (Waste Processing Sites) to BLE TPA (Regional Waste Disposal Sites). The obstacles faced include low community participation, limited waste management facilities, and gaps in digital and informational literacy. Strategies that can be implemented involve enhancing the role of the government, strengthening social and economic incentives, and improving the availability of waste processing infrastructure. The impact of the Banyumas Zero Waste Movement on sustainable rural development includes economic, social, and environmental benefits, such as increasing additional income through waste banks, changes in community behavior toward waste, reduction in waste volume, pollution control, and the preservation of local ecosystems.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save