Artikel Ilmiah : F2C022022 a.n. FARAH AULIA AISYAH

Kembali Update Delete

NIMF2C022022
NamamhsFARAH AULIA AISYAH
Judul ArtikelAnalisis Kampanye Pemasaran Sosial Penanggulangan Stunting di Desa Sudagaran, Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Stunting merupakan masalah gizi kronis pada anak usia dibawah
lima tahun (balita) yang hingga saat ini masih memerlukan
perhatian dan penanganan serius. Desa Sudagaran, Kecamatan
Banyumas, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu desa
yang hingga kini masih mengalami permasalahan dalam
mengatasi stunting. Padahal, upaya penurunan stunting di Desa
Sudagaran telah dilakukan oleh berbagai pihak seperti
Puskesmas Kecamatan Banyumas, Bidan Desa, Pemerintah Desa
Sudagaran melalui Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan
Keluarga (TP PKK), dan Kader Posyandu. Program- program
yang dilakukan diantaranya adalah kegiatan Posyandu Balita,
Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan Kelas Ibu
Hamil.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi
kampanye pemasaran sosial penanggulangan stunting di Desa
Sudagaran, Banyumas dan menganalisis hambatan pada proses
implementasi kampanye pemasaran sosial penanggulangan
stunting di Desa Sudagaran, Banyumas. Penelitian ini
menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode
kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teori new media dan teori social behavior and change
communication. Hasil dan pembahasan menunjukkan bagaimana
terdapat tiga unsur utama dalam pemasaran sosial yaitu produk
sosial, target adopter, dan teknologi manajemen perubahan
sosial. Produk sosial berupa program-program seperti
Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan, Penyuluhan, Kelas
Ibu Hamil, dan Kelas Ibu Balita. Target adopter berupa keluarga
yang memiliki ibu hamil ataupun ibu balita yang terancam akan
adanya kasus stunting. Teknologi manajemen perubahan sosial berupa media komunikasi yang sudah akrab dengan masyarakat,
seperti WhatsApp, untuk mempercepat koordinasi dan respons
terhadap masalah gizi. Tahapan analisis kampanye pemasaran
sosial dibahas mulai dari siapa saja unsur-unsur komunikasi
yang terlibat mulai dari sumber, pesan, media, penerima, dan
umpan balik. Tahapan berikutnya adalah bagaimana perubahan
berkelanjutan yang terjadi dilihat dari kognitif, afektif, dan
konatif. Teori new media digunakan untuk menganalisis tentang
penggunaan media baru melalui lima postulat yaitu digitalisasi
dan interaktivitas, keterhubungan, keterbukaan dan
aksesibilitas, kustomisasi dan personalisasi, dan virtualitas.
Teori social behavior and change communication digunakan
untuk menganalisis tentang hambatan kampanye pemasaran
sosial yang dikategorikan menjadi hambatan di bagian advokasi,
hambatan mobilisasi sosial, dan juga hambatan edukasi
kesehatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Stunting is a chronic nutritional problem in children under five (toddlers)
that still requires serious attention and treatment. Sudagaran Village,
Banyumas District, Banyumas Regency, is one of the villages still
experiencing challenges in addressing stunting. Efforts to reduce stunting
in Sudagaran Village have been undertaken by various parties, including
the Banyumas District Community Health Center, Village Midwives, the
Sudagaran Village Government through the Family Welfare Development
Team, and Integrated Health Service Post cadres. These programs include
the Toddler Posyandu program, the Supplementary Feeding Program, and
Pregnant Women's Classes.
This study aims to analyze the implementation of a social marketing
campaign to combat stunting in Sudagaran Village, Banyumas, and to
analyze the obstacles to its implementation. This research uses a
constructivist paradigm with descriptive qualitative methods. The theories
used in this study are new media theory and social behavior and change
communication theory. The results and discussion demonstrate how there
are three main elements in social marketing: social products, target
adopters, and social change management technology. Social products
include programs such as Supplementary Recovery Feeding, Counseling,
Pregnant Women's Classes, and Mothers-Toddlers' Classes. Target
adopters are families with pregnant women or mothers of toddlers who are
at risk of stunting. Social change management technology takes the form of
familiar communication media, such as WhatsApp, to expedite coordination
and response to nutritional issues. The stages of social marketing campaign
analysis are discussed, starting with the communication elements involved:
the source, message, media, recipient, and feedback. The next stage is how
sustainable change occurs from a cognitive, affective, and conative
perspective. New media theory is used to analyze the use of new media
through five postulates: digitalization and interactivity, connectedness,
openness and accessibility, customization and personalization, and virtuality. Social behavior and change communication theory is used to
analyze barriers to social marketing campaigns, categorized as barriers to
advocacy, barriers to social mobilization, and barriers to health education.
Kata kunciPemasaran Sosial, Kampanye Stunting, New Media, Social Behavior and Change Communication
Pembimbing 1Dr. Shinta Prastyanti, S.IP., M.A.
Pembimbing 2Dr. Agus Ganjar Runtiko, S.Sos.M.Si.
Pembimbing 3Dr. Nuryanti, S.IP., M.Sc.
Tahun2025
Jumlah Halaman24
Tgl. Entri2025-07-28 14:14:53.340953
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.