Artikel Ilmiah : F2C023026 a.n. KINNAS NUSA APRILLIANI

Kembali Update Delete

NIMF2C023026
NamamhsKINNAS NUSA APRILLIANI
Judul ArtikelMakna Kamera Analog di Era Digital dalam Representasi Identitas Gen Z
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK: Di tengah hegemoni budaya digital yang cepat, instan, dan algoritmik, sebuah fenomena menarik muncul di kalangan
Generasi Z: kebangkitan kamera analog. Studi ini mengeksplorasi makna sosial dan simbolis kamera analog sebagai media
konstruksi identitas dan bentuk perlawanan terhadap homogenisasi budaya visual digital. Berlandaskan Interaksionisme
Simbolik, penelitian ini menganalisis data dari wawancara mendalam dengan anggota komunitas fotografi analog
@huntingfullsenyum di Yogyakarta. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kamera analog melampaui fungsi teknisnya sebagai alat fotografi;
mereka berfungsi sebagai simbol keunikan, autentisitas, dan keterlibatan emosional dalam proses kreatif. Ketidaksempurnaan visual, seperti
grain dan kebocoran cahaya, diinterpretasikan ulang sebagai penanda estetika kejujuran dan kekasaran, kontras dengan kesempurnaan citra digital
yang dikurasi. Lebih lanjut, kamera analog memfasilitasi perlawanan yang penuh kesadaran terhadap budaya instan, mendorong refleksi diri dan interaksi sosial
kolektif yang memperkuat identitas komunal. Dengan demikian, penggunaan kamera analog oleh Gen Z merepresentasikan praktik sosiokultural yang kompleks,
yang menanamkan dimensi simbolis, emosional, dan ideologis sebagai respons terhadap realitas digital kontemporer.
KATA KUNCI: Kamera Analog, Generasi Z, Identitas Sosial, Interaksionisme Simbolik, Resistensi Budaya Digital, Fotografi
Komunitas.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT: Amidst the hegemony of fast, instant, and algorithmic digital culture, an intriguing phenomenon has emerged among
Generation Z: the revival of analog cameras. This study explores the social and symbolic meanings of analog cameras as a medium
for identity construction and a form of resistance against the homogenization of digital visual culture. Grounded in Symbolic
Interactionism, the research analyzes data from in-depth interviews with members of the analog photography community
@huntingfullsenyum in Yogyakarta. Findings reveal that analog cameras transcend their technical function as photographic tools;
they serve as symbols of uniqueness, authenticity, and emotional engagement in the creative process. Visual imperfections, such as
grain and light leaks, are reinterpreted as aesthetic markers of honesty and rawness, contrasting with the curated perfection of digital
imagery. Furthermore, analog cameras facilitate mindful resistance to instant culture, fostering self-reflection and collective social
interactions that reinforce communal identity. Thus, Gen Z’s use of analog cameras represents a complex sociocultural practice
embedding symbolic, emotional, and ideological dimensions in response to contemporary digital realities.
KEYWORDS: Analog Cameras, Generation Z, Social Identity, Symbolic Interactionism, Digital Culture Resistance, Photography
Communities.
Kata kunciKATA KUNCI: Kamera Analog, Generasi Z, Identitas Sosial, Interaksionisme Simbolik, Resistensi Budaya Digital, Fotografi Komunitas.
Pembimbing 1Dr. Edi Santos, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Wiwik Novianti, M.I.Kom
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2025-07-26 12:17:25.652072
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.