Home
Login.
Artikelilmiahs
49322
Update
KINNAS NUSA APRILLIANI
NIM
Judul Artikel
Makna Kamera Analog di Era Digital dalam Representasi Identitas Gen Z
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK: Di tengah hegemoni budaya digital yang cepat, instan, dan algoritmik, sebuah fenomena menarik muncul di kalangan Generasi Z: kebangkitan kamera analog. Studi ini mengeksplorasi makna sosial dan simbolis kamera analog sebagai media konstruksi identitas dan bentuk perlawanan terhadap homogenisasi budaya visual digital. Berlandaskan Interaksionisme Simbolik, penelitian ini menganalisis data dari wawancara mendalam dengan anggota komunitas fotografi analog @huntingfullsenyum di Yogyakarta. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kamera analog melampaui fungsi teknisnya sebagai alat fotografi; mereka berfungsi sebagai simbol keunikan, autentisitas, dan keterlibatan emosional dalam proses kreatif. Ketidaksempurnaan visual, seperti grain dan kebocoran cahaya, diinterpretasikan ulang sebagai penanda estetika kejujuran dan kekasaran, kontras dengan kesempurnaan citra digital yang dikurasi. Lebih lanjut, kamera analog memfasilitasi perlawanan yang penuh kesadaran terhadap budaya instan, mendorong refleksi diri dan interaksi sosial kolektif yang memperkuat identitas komunal. Dengan demikian, penggunaan kamera analog oleh Gen Z merepresentasikan praktik sosiokultural yang kompleks, yang menanamkan dimensi simbolis, emosional, dan ideologis sebagai respons terhadap realitas digital kontemporer. KATA KUNCI: Kamera Analog, Generasi Z, Identitas Sosial, Interaksionisme Simbolik, Resistensi Budaya Digital, Fotografi Komunitas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT: Amidst the hegemony of fast, instant, and algorithmic digital culture, an intriguing phenomenon has emerged among Generation Z: the revival of analog cameras. This study explores the social and symbolic meanings of analog cameras as a medium for identity construction and a form of resistance against the homogenization of digital visual culture. Grounded in Symbolic Interactionism, the research analyzes data from in-depth interviews with members of the analog photography community @huntingfullsenyum in Yogyakarta. Findings reveal that analog cameras transcend their technical function as photographic tools; they serve as symbols of uniqueness, authenticity, and emotional engagement in the creative process. Visual imperfections, such as grain and light leaks, are reinterpreted as aesthetic markers of honesty and rawness, contrasting with the curated perfection of digital imagery. Furthermore, analog cameras facilitate mindful resistance to instant culture, fostering self-reflection and collective social interactions that reinforce communal identity. Thus, Gen Z’s use of analog cameras represents a complex sociocultural practice embedding symbolic, emotional, and ideological dimensions in response to contemporary digital realities. KEYWORDS: Analog Cameras, Generation Z, Social Identity, Symbolic Interactionism, Digital Culture Resistance, Photography Communities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save