| NIM | A1C021066 |
| Namamhs | ALIFIA AYU NASTITI |
| Judul Artikel | ANALISIS KARAKTERISTIK PENGERINGAN JERUK LEMON (Citrus limon L.) DENGAN ALAT PENGERING ENERGI SURYA TIPE RAK TERHADAP PRODUK DRIED LEMON SLICES |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan karakteristik pengeringan produk dried lemon slices yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya tipe rak dan konvensional, serta menganalisis kandungan vitamin C pada produk dried lemon slices yang dikeringkan dengan alat pengering energi surya tipe rak dan dengan konvensional. Adapun metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan variabel yang diamati berupa iradiasi surya, suhu, kelembaban relatif, kadar air, lama pengeringan, laju pengeringan, kandungan vitamin C, efisiensi pengeringan, dan model kinetika pengeringan. Hasil dari rata-rata nilai iradiasi surya selama proses pengeringan sebesar 435,5 W/m². Rata-rata suhu kolektor. chamber, dan lingkungan sebesar 33,5°C: 36°C; dan 32,7°C. Rata-rata kelembaban relatif pada kolektor, chamber, dan lingkungan sebesar 46,6%; 36,7%; dan 69,9%. Berdasarkan analisis uji T Jenis Independent Sample menunjukkan bahwa rata-rata kadar air jeruk lemon dengan pengeringan menggunakan alat pengering energi surya tipe rak adalah 45,80% dan rata-rata kadar air jeruk lemon dengan pengeringan secara konvensional adalah 53,93% yang artinya bahwa terdapat perbedaan secara signifikan di antara dua perlakuan tersebut. Lama pengeringan yang dibutuhkan untuk mengeringkan jeruk lemon hingga mencapai kadar air akhir 8% pada rak 1, rak 2, rak 3, dan konvensionadadalah 29 jam, 29 jam, 27 jam, dan 36 jam. Pada rak 1 nilai rata-rata laju pengeringan yakni sebesar 0,633 g/menit, pada rak 2 nilai rata-rata laju pengeringan yakni sebesar 0.625 g/menit, pada rak 3 nilai rata-rata laju pengeringan yakni sebesar 0,675 g/menit, serta pada perlakuan konvensional nilai rata-rata laju pengeringan yakni sebesar 0,574 g/menit. Nilai vitamin C yang dihasilkan pada alat pengering sebesar 4,533 mg/g dan konvensional sebesar 4.960 mg/g Efisiensi pengeringan yang dihasilkan pada alat pengering sebesar 11.01% dan konvensional sebesar 3,9%, Model kinetika yang sesuai untuk menggambarkan proses pengeringan pada penelitian kali ini menggunakan model Page. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to analyse the comparison of drying characteristics of dried lemon slices products dried by rack-type and conventional solar energy dryers, and to analyse the vitamin C content in dried lemon slices products dried by rack-type and conventional solar energy dryers. The method used was experimental method with 2 treatments and the variables observed were solar irradiation, temperature, relative humidity, moisture content, drying time, drying rate, vitamin C content, drying efficiency, and drying kinetics model. The result of the average solar irradiation value during the drying process was 435.5 W/m2. The average temperature of the collector, chamber, and environment was 33.5°C; 36°C; and 32.7°C. The average relative humidity in the collector, chamber, and environment is 46.6%; 36.7%; and 69.9%. Based on the Independent Sample T test analysis, it shows that the average moisture content of lemon oranges with drying using a rack-type solar energy dryer is 45.80% and the average moisture content of lemon oranges with conventional drying is 53.93%, which means that there is a significant difference between the two treatments. The drying time needed to dry lemon oranges to reach the final moisture content of 8% on shelf 1, shelf 2, shelf 3, and conventional is 29 hours, 29 hours, 27 hours, and 36 hours. On rack 1, the average value of the drying rate is 0.633 g/min, on rack 2. the average value of the drying rate is 0.625 g/min, on rack 3, the average value of the drying rate is 0.675 g/min, and in the conventional treatment, the average value of the drying rate is 0.574 g/min. The value of vitamin C produced in the dryer was 4.533 mg/g and conventional was 4.960 mg/g. The drying efficiency produced in the dryer was 11.01% and the conventional was 3.9%. The appropriate kinetic model to describe the drying process in this study uses the Page model. |
| Kata kunci | konvensional, lemon, pengeringan |
| Pembimbing 1 | Dr. Furqon, S.TP., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Ali Maksum, S.TP., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2025-05-19 10:07:30.27173 |
|---|