Artikel Ilmiah : D1A021064 a.n. M. RAMA SYAFITRA

Kembali Update Delete

NIMD1A021064
NamamhsM. RAMA SYAFITRA
Judul ArtikelPengaruh Fortifikasi Mineral Magnesium dan Sulfur terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara in vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)Judul. Penelitian ini berjudul pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur
dalam pakan terhadap konsentrasi kecernaan bahan kering (KcBK) dan
kecernaan bahan organik (KcBK) secara In vitro. Latar Belakang . Penelitian
bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur
dalam pakan KcBK dan KcBK secara In vitro yang dilaksanakan pada 15 Oktober
– 30 November 2024 secara in vitro. Materi dan Metode Materi yang digunakan
yaitu cairan rumen yang berasal dari 3 ekor domba segera setelah dipotong di
Rumah Potong Hewan (RPH) Sokaraja. Bahan yang digunakan adalah pakan dan
larutan kimia untuk in vitro. Pakan berupa jerami padi amoniasi 50% dan
konsentrat 50%. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental secara
in vitro menurut Sutardi, (1979) yang dirancang menurut Rancangan Acak
Lengkap (RAL) One Way Classification dengan 3 perlakuan dan masing-masing
perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga diperlukan 18 unit percobaan.
Perlakuan terdiri dari P1: Jerami padi amoniasi (50%) + Pakan Konsentrat
(50%), P2: P1 + Mg 0,11% berdasarkan BK pakan, P3: P2 + S 0,82% berdasarkan
BK pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anasilis variansi dan uji
Beda Nyata Jujur. Hasil Hasil penelitian menunjukan rata – rata kecernaan bahan
kering berkisar antara 29,66% ± 2,83%, sampai dengan 40,68% ± 3,27%. Rata –
rata kecernaan bahan organik berkisar antara 31,85 % ± 2,69% sampai dengan
42,27  3,18%. Berdasarkan analisis variansi diketahui bahwa fortifikasi mineral
magnesium dan sulfur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KcBK dan
KcBO. Simpulan Nilai KcBK dan KcBO yang tertinggi dicapai oleh substrat yang
difortifikasi mineral magnesium 0,11%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Title. This research is titled The Effect of Magnesium and Sulfur Mineral
Fortification in Feed on Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter
Digestibility (OMD) In Vitro. Background. This study aims to determine the
effect of magnesium and sulfur mineral fortification in feed on DMD and OMD in
vitro, which was conducted from October 15 to November 3, 2024. Materials
and Methods. The material used was rumen fluid collected from 3 sheep
immediately after slaughter at the Sokaraja Slaughterhouse. The ingredients
used were feed and chemical solutions for the in vitro process. The feed consisted
of 50% ammoniated rice straw and 50% concentrate. The research method was
an in vitro experimental design following Sutardi (1979), arranged in a
Completely Randomized Design (CRD) with a One-Way Classification. There
were 3 treatments, each repeated 6 times, resulting in 18 experimental units. The
treatments consisted of: P1: 50% ammoniated rice straw + 50% concentrate, P2: P1 + 0.11% Mg based on feed dry matter, P3: P2 + 0.82% S based on feed dry
matter. The results showed that the average dry matter digestibility ranged from
29.66% ± 2.83% to 40.68% ± 3.27%. The average organic matter digestibility
ranged from 31.85% ± 2.69% to 42.27% ± 3.18%. Based on the ANOVA results,
magnesium and sulfur mineral fortification had a highly significant effect
(P<0.01) on DMD and OMD. Conclusion. The highest DMD and OMD values were
achieved by the substrate fortified with 0.11% magnesium.
Kata kunciFortifikasi, magnesium, sulfur, kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, in vitro.
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. F. M. Suhartati., SU
Pembimbing 2Prasetyo, S.pt M.P
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2025-05-15 10:49:41.797619
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.