Home
Login.
Artikelilmiahs
48286
Update
M. RAMA SYAFITRA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Fortifikasi Mineral Magnesium dan Sulfur terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Secara in vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Judul. Penelitian ini berjudul pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap konsentrasi kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBK) secara In vitro. Latar Belakang . Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan KcBK dan KcBK secara In vitro yang dilaksanakan pada 15 Oktober – 30 November 2024 secara in vitro. Materi dan Metode Materi yang digunakan yaitu cairan rumen yang berasal dari 3 ekor domba segera setelah dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Sokaraja. Bahan yang digunakan adalah pakan dan larutan kimia untuk in vitro. Pakan berupa jerami padi amoniasi 50% dan konsentrat 50%. Metode penelitian yang digunakan adalah experimental secara in vitro menurut Sutardi, (1979) yang dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) One Way Classification dengan 3 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga diperlukan 18 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari P1: Jerami padi amoniasi (50%) + Pakan Konsentrat (50%), P2: P1 + Mg 0,11% berdasarkan BK pakan, P3: P2 + S 0,82% berdasarkan BK pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anasilis variansi dan uji Beda Nyata Jujur. Hasil Hasil penelitian menunjukan rata – rata kecernaan bahan kering berkisar antara 29,66% ± 2,83%, sampai dengan 40,68% ± 3,27%. Rata – rata kecernaan bahan organik berkisar antara 31,85 % ± 2,69% sampai dengan 42,27 3,18%. Berdasarkan analisis variansi diketahui bahwa fortifikasi mineral magnesium dan sulfur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap KcBK dan KcBO. Simpulan Nilai KcBK dan KcBO yang tertinggi dicapai oleh substrat yang difortifikasi mineral magnesium 0,11%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Title. This research is titled The Effect of Magnesium and Sulfur Mineral Fortification in Feed on Dry Matter Digestibility (DMD) and Organic Matter Digestibility (OMD) In Vitro. Background. This study aims to determine the effect of magnesium and sulfur mineral fortification in feed on DMD and OMD in vitro, which was conducted from October 15 to November 3, 2024. Materials and Methods. The material used was rumen fluid collected from 3 sheep immediately after slaughter at the Sokaraja Slaughterhouse. The ingredients used were feed and chemical solutions for the in vitro process. The feed consisted of 50% ammoniated rice straw and 50% concentrate. The research method was an in vitro experimental design following Sutardi (1979), arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with a One-Way Classification. There were 3 treatments, each repeated 6 times, resulting in 18 experimental units. The treatments consisted of: P1: 50% ammoniated rice straw + 50% concentrate, P2: P1 + 0.11% Mg based on feed dry matter, P3: P2 + 0.82% S based on feed dry matter. The results showed that the average dry matter digestibility ranged from 29.66% ± 2.83% to 40.68% ± 3.27%. The average organic matter digestibility ranged from 31.85% ± 2.69% to 42.27% ± 3.18%. Based on the ANOVA results, magnesium and sulfur mineral fortification had a highly significant effect (P<0.01) on DMD and OMD. Conclusion. The highest DMD and OMD values were achieved by the substrate fortified with 0.11% magnesium.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save