Artikel Ilmiah : A1D021057 a.n. THERESYA ROSA SIDABARIBA

Kembali Update Delete

NIMA1D021057
NamamhsTHERESYA ROSA SIDABARIBA
Judul ArtikelPenilaian Penyakit Utama Padi Inpari 32 pada Aplikasi Bakteri Endofit Indigenus
Abstrak (Bhs. Indonesia)Produksi padi menurun dari tahun ke
tahun salah satunya yang disebabkan oleh
serangan patogen. Penyakit utama
tanaman padi yaitu hawar daun bakteri,
blas, bercak cokelat, dan hawar pelepah.
Aplikasi bakteri endofit yang diisolasi dari
akar padi menjadi solusi pengendalian
penyakit utama padi Inpari 32. Penelitian ini
bertujuan untuk menilai penyakit yang
disebabkan oleh bakteri dan jamur dengan aplikasi bakteri endofit dan menentukan
aplikasi bakteri endofit terbaik terhadap
penekanan penyakit utama. Bahan yang
digunakan adalah tanaman padi, kentang,
air kelapa, terasi, isolat NPA5, NPA6, NPKR4,
NPKR7, NPSB3. Percobaan dilakukan dengan
rangcangan acak kelompok lengkap (RAKL)
dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium
Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian
Universitas Jenderal Soedirman, dan di
lahan pertanian Desa Linggasari, Kec.
Kembaran, Kab. Banyumas pada bulan Juni
hingga September. Variabel pengamatan
terdiri dari intensitas penyakit, laju infeksi,
efektivitas pengendalian, nilai AUDPC, dan
reisolasi bakteri endofit indigenus. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa aplikasi
kelima isolat mampu menekan penyakit
utama padi Inpari 32. Aplikasi bakteri
endofit perlakuan A (isolat NPA5, NPA6
Petanahan Kebumen) mampu menekan
penyakit hawar daun bakteri dan hawar
pelepah dengan efektivitas pengendalian
67,441 % dan 57,882 %. Aplikasi bakteri
endofit indigenus perlakuan B (isolat NPKR4,
NPKR7 Karangwangkal Banyumas) mampu
menekan penyaki blas dengan efektivitas
pengendalian 20,731 % dan aplikasi bakteri
endofit indigenus perlakuan D (konsorsium
dari kelima isolat) mampu menekan
penyakit bercak cokelat dengan efektivitas
pengendalian 21,393 %
Abtrak (Bhs. Inggris)Rice production has been declining
year by year due to pathogen attacks. The
main diseases affecting rice plants include
bacterial leaf blight, blast, brown spot, and
sheath blight. The application of endophytic
bacteria isolated from rice roots has
become a solution for controlling the major
diseases in Inpari 32 rice. This study aims to
assess the diseases caused by bacteria and
fungi with the application of endophytic
bacteria and determine the best application
of endophytic bacteria for controlling the
major diseases. The materials used in this
study were rice plants, potatoes, coconut
water, isolates NPA5, NPA5, NPKR4, NPKR7,
and NPSB3. The experiment was conducted
using a Randomized Completely Block
Design (RCBD) with 5 treatments and 5
replications. The research was carried out at
the Plant Protection Laboratory of the
Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman
University, and at the agricultural land of
Linggasari Village, Kembaran District,
Banyumas Regency, from June to
September. The results of the study showed
that the application of all five isolates was
able to suppress the major diseases of
Inpari 32 rice. The application of endophytic
bacteria in treatment A (Petanahan
Kebumen of isolates NPA5, NPA6) was able
to suppress bacterial leaf blight and sheath
blight with control effectiveness of 67.441%
and 57.882%, respectively. The application
of indigenous endophytic bacteria in
treatment B (Karangwangkal isolates
NPKR4, NPKR7) was able to suppress blast
disease with a control effectiveness of
20.731%, and the application of indigenous
endophytic bacteria in treatment D
(Konsorsium treatment) was able to
suppress brown spot disease with control
effectiveness of 21.393%.
Kata kuncibakteri endofit, efektivitas, padi, patogen, dan penyakit utama
Pembimbing 1Prof. Dr.Ir. Nur Prihatiningsih, M.S.
Pembimbing 2Prof.Dr.Ir.Noor Farid, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2025-04-25 14:56:38.048522
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.