Home
Login.
Artikelilmiahs
48026
Update
THERESYA ROSA SIDABARIBA
NIM
Judul Artikel
Penilaian Penyakit Utama Padi Inpari 32 pada Aplikasi Bakteri Endofit Indigenus
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Produksi padi menurun dari tahun ke tahun salah satunya yang disebabkan oleh serangan patogen. Penyakit utama tanaman padi yaitu hawar daun bakteri, blas, bercak cokelat, dan hawar pelepah. Aplikasi bakteri endofit yang diisolasi dari akar padi menjadi solusi pengendalian penyakit utama padi Inpari 32. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur dengan aplikasi bakteri endofit dan menentukan aplikasi bakteri endofit terbaik terhadap penekanan penyakit utama. Bahan yang digunakan adalah tanaman padi, kentang, air kelapa, terasi, isolat NPA5, NPA6, NPKR4, NPKR7, NPSB3. Percobaan dilakukan dengan rangcangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dan di lahan pertanian Desa Linggasari, Kec. Kembaran, Kab. Banyumas pada bulan Juni hingga September. Variabel pengamatan terdiri dari intensitas penyakit, laju infeksi, efektivitas pengendalian, nilai AUDPC, dan reisolasi bakteri endofit indigenus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kelima isolat mampu menekan penyakit utama padi Inpari 32. Aplikasi bakteri endofit perlakuan A (isolat NPA5, NPA6 Petanahan Kebumen) mampu menekan penyakit hawar daun bakteri dan hawar pelepah dengan efektivitas pengendalian 67,441 % dan 57,882 %. Aplikasi bakteri endofit indigenus perlakuan B (isolat NPKR4, NPKR7 Karangwangkal Banyumas) mampu menekan penyaki blas dengan efektivitas pengendalian 20,731 % dan aplikasi bakteri endofit indigenus perlakuan D (konsorsium dari kelima isolat) mampu menekan penyakit bercak cokelat dengan efektivitas pengendalian 21,393 %
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice production has been declining year by year due to pathogen attacks. The main diseases affecting rice plants include bacterial leaf blight, blast, brown spot, and sheath blight. The application of endophytic bacteria isolated from rice roots has become a solution for controlling the major diseases in Inpari 32 rice. This study aims to assess the diseases caused by bacteria and fungi with the application of endophytic bacteria and determine the best application of endophytic bacteria for controlling the major diseases. The materials used in this study were rice plants, potatoes, coconut water, isolates NPA5, NPA5, NPKR4, NPKR7, and NPSB3. The experiment was conducted using a Randomized Completely Block Design (RCBD) with 5 treatments and 5 replications. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, and at the agricultural land of Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency, from June to September. The results of the study showed that the application of all five isolates was able to suppress the major diseases of Inpari 32 rice. The application of endophytic bacteria in treatment A (Petanahan Kebumen of isolates NPA5, NPA6) was able to suppress bacterial leaf blight and sheath blight with control effectiveness of 67.441% and 57.882%, respectively. The application of indigenous endophytic bacteria in treatment B (Karangwangkal isolates NPKR4, NPKR7) was able to suppress blast disease with a control effectiveness of 20.731%, and the application of indigenous endophytic bacteria in treatment D (Konsorsium treatment) was able to suppress brown spot disease with control effectiveness of 21.393%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save