Artikel Ilmiah : F1B020059 a.n. WANDA FAHLEVI

Kembali Update Delete

NIMF1B020059
NamamhsWANDA FAHLEVI
Judul ArtikelKegagalan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Digital (Studi Kasus: Aplikasi Jeknyong di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pemerintah Kabupaten Banyumas berambisi dalam menciptakan Banyumas bebas sampah
(zero waste) melalui berbagai kebijakan yang mengarah pada prioritas pengelolaan sampah
dari sumbernya. Ojeke Inyong (Jeknyong) menjadi salah satu penanganan sampah dari hulu
berbentuk aplikasi dalam mengakomodasi penjualan sampah anorganik dari masyarakat.
Setelah dua tahun dijalankan, inovasi Jeknyong sudah tidak beroperasional kembali. Penelitian
ini ditujukan untuk menganalisis faktor kendala dan hambatan yang mendukung
pemberhentian aplikasi Jeknyong dengan mengacu pada indikator infrastruktur, sumber daya
manusia, insentif, anggaran, sosialisasi, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus, sasaran penelitian
ditentukan melalui teknik purposive sampling dan sumber data berasal dari wawancara,
observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan analisis data menurut Miles,
Huberman, dan Saldana (2014). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegagalan inovasi
Jeknyong berasal dari hambatan internal dan eksternal yang berasal dari aktor pelaksana dan
sasaran kebijakan melalui hambatan pada aspek sumber daya manusia, insentif, anggaran,
sosialisasi, dan partisipasi masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Banyumas Regency Government has set ambitious goals to create a zero-waste Banyumas,
through various policies that prioritize waste management from the source. Ojeke Inyong
(Jeknyong) is one such upstream waste management initiative, in the form of an application to
accommodate the sale of inorganic waste from the community.After two years of operation,
the Jeknyong innovation is no longer operational. This study aims to analyze the constraints
and barriers that support the termination of the Jeknyong application by referring to indicators
of infrastructure, human resources, incentives, budget, socialization, and community
participation.This research used a descriptive qualitative method through a case study
approach, the research target was determined through purposive sampling technique, and the
data sources came from interviews, observations, and documentation which were analyzed
using data analysis according to Miles, Huberman, and Saldana (2014). The research findings
indicate that the failure of Jeknyong innovation stems from internal and external barriers
originating from implementing actors and policy targets through barriers in the aspects of
human resources, incentives, budgets, socialization, and community participation.
Kata kunciKegagalan Inovasi, Pengelolaan Sampah Berbasis Digital, Aplikasi Jeknyong
Pembimbing 1Dr. Alizar Isna, M.Si.
Pembimbing 2Prof. Dr. Bambang Tri Harsanto, M.Si.
Pembimbing 3Prof. Dr. Dwiyanto Indiahono, M.Si.
Tahun2025
Jumlah Halaman22
Tgl. Entri2025-01-15 13:02:02.663401
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.