Home
Login.
Artikelilmiahs
46954
Update
WANDA FAHLEVI
NIM
Judul Artikel
Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Digital (Studi Kasus: Aplikasi Jeknyong di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemerintah Kabupaten Banyumas berambisi dalam menciptakan Banyumas bebas sampah (zero waste) melalui berbagai kebijakan yang mengarah pada prioritas pengelolaan sampah dari sumbernya. Ojeke Inyong (Jeknyong) menjadi salah satu penanganan sampah dari hulu berbentuk aplikasi dalam mengakomodasi penjualan sampah anorganik dari masyarakat. Setelah dua tahun dijalankan, inovasi Jeknyong sudah tidak beroperasional kembali. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis faktor kendala dan hambatan yang mendukung pemberhentian aplikasi Jeknyong dengan mengacu pada indikator infrastruktur, sumber daya manusia, insentif, anggaran, sosialisasi, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus, sasaran penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dan sumber data berasal dari wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan analisis data menurut Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegagalan inovasi Jeknyong berasal dari hambatan internal dan eksternal yang berasal dari aktor pelaksana dan sasaran kebijakan melalui hambatan pada aspek sumber daya manusia, insentif, anggaran, sosialisasi, dan partisipasi masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Banyumas Regency Government has set ambitious goals to create a zero-waste Banyumas, through various policies that prioritize waste management from the source. Ojeke Inyong (Jeknyong) is one such upstream waste management initiative, in the form of an application to accommodate the sale of inorganic waste from the community.After two years of operation, the Jeknyong innovation is no longer operational. This study aims to analyze the constraints and barriers that support the termination of the Jeknyong application by referring to indicators of infrastructure, human resources, incentives, budget, socialization, and community participation.This research used a descriptive qualitative method through a case study approach, the research target was determined through purposive sampling technique, and the data sources came from interviews, observations, and documentation which were analyzed using data analysis according to Miles, Huberman, and Saldana (2014). The research findings indicate that the failure of Jeknyong innovation stems from internal and external barriers originating from implementing actors and policy targets through barriers in the aspects of human resources, incentives, budgets, socialization, and community participation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save