Artikel Ilmiah : F1F020013 a.n. RIENBERTHAM ARYBAWANE BARAHAMA

Kembali Update Delete

NIMF1F020013
NamamhsRIENBERTHAM ARYBAWANE BARAHAMA
Judul ArtikelImplementasi Resilience and Inclusion Spanyol Dalam Kerangka European Agenda for Tourism 2030
Abstrak (Bhs. Indonesia)Spanyol merupakan salah satu negara yang paling banyak dikunjungi di
dunia, yang kemudian menjadikan sektor pariwisata memegang peran penting
dalam perekonomian dan pembangunan sosial di Spanyol. Ketika terjadinya
penyebaran virus covid-19, produk domestik bruto Spanyol mengalami penurunan
hingga 150 miliar EUR dalam bentuk pemasukan sektor pariwisata, hal ini tambah
buruh dikarenakan 445 ribu orang telah kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata
pada tahun 2020. Untuk itu, Spanyol memiliki tujuan untuk melakukan
transformasi dan modernisasi pada sektor pariwisata yang berguna untuk
meningkatkan daya saing dan ketahanannya. Di sisi lain menurut National Statistics
Institute (Instituto Nacional de Estadística) terdapat sebanyak 4,8 juta orang dengan
beberapa tingkat disabilitas di Spanyol pada tahun 2020, selain itu, Spanyol juga
menyadari bahwa pentingnya keberlanjutan dalam pariwisata untuk tetap menjaga
kelestarian lokasi wisata, dan menghormati penduduk lokal. Untuk itu Spanyol
berupaya dalam mengimplementasikan resilience and inclusion, yang merupakan
bagian lingkup prioritas dalam kerangka European Agenda for Tourism 2030.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepatuhan
Spanyol dalam mengimplementasikan lingkup prioritas resilience and inclusion.
Penelitian ini menggunaan metode kualitatif, dan sumber data yang digunakan
adalah melalui sumber data sekunder. Penelitian ini juga menggunakan teori
kepatuhan yang dikemukakan oleh Robert B. Mitchell, melalui tiga indikator yaitu,
outputs, outcomes, dan impacts, dan kemudian akan diukur ke dalam empat jenis
kepatuhan yaitu treaty-induced compliance, coincidental compliance, good faith
non-compliance, dan intentional compliance. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa, Spanyol hanya memenuhi indikatior outputs, dan outcomes, dan belum
memenuhi indikator impacts, sehingga diukur dari empat jenis tingkat kepatuhan,
Spanyol berada dalam tingkat good faith non-compliance.
Abtrak (Bhs. Inggris)Spain is among the most visited countries in the world, positioning the
tourism sector as a critical contributor to its economic performance and social
development. The outbreak of the COVID-19 pandemic significantly impacted
Spain’s economy, with a recorded decline of approximately 150 billion EUR in
tourism-related revenues. This downturn was exacerbated by the loss of
employment for 445,000 individuals in the tourism sector in 2020. To address these
challenges, Spain has prioritized the transformation and modernization of its
tourism sector to enhance its competitiveness and resilience in the face of future
disruptions. Furthermore, data from the National Statistics Institute (Instituto
Nacional de Estadística) in 2020 reveals that approximately 4.8 million individuals
in Spain live with varying degrees of disability. Recognizing the importance of
sustainability in tourism, Spain has also emphasized the need to preserve tourist
destinations and respect local communities. In alignment with these objectives,
Spain has made efforts to implement resilience and inclusion, a key priority area
within the framework of the European Agenda for Tourism 2030. This study aims to
evaluate the extent of Spain’s compliance with implementing the priority area of
resilience and inclusion. The research adopts a qualitative approach, relying on
secondary data sources. Compliance is analyzed using the theoretical framework
proposed by Robert B. Mitchell, which measures compliance through three key
indicators: outputs, outcomes, and impacts. These indicators are further assessed
against four compliance categories: treaty-induced compliance, coincidental
compliance, good faith non-compliance, and intentional compliance. The findings
of this study indicate that Spain has demonstrated compliance with the outputs and
outcomes indicators but has not yet achieved the impacts indicator. Consequently,
based on the four compliance categories, Spain’s level of compliance is classified
as good faith non-compliance, reflecting a genuine commitment to the principles of
the European Agenda for Tourism 2030 despite challenges in achieving long-term
impacts.
Kata kunci Implementasi, Inclusion, Kepatuhan, Resilience, Spanyol
Pembimbing 1Dr. Tundjung Linggarwati, S.IP, M.Si
Pembimbing 2Soni Martin Anwar, S.IP, MA
Pembimbing 3Dias Pabyantara, S.Hub.Int., M.Hub.Int.
Tahun2024
Jumlah Halaman63
Tgl. Entri2024-11-22 14:24:29.862697
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.