Home
Login.
Artikelilmiahs
46661
Update
RIENBERTHAM ARYBAWANE BARAHAMA
NIM
Judul Artikel
Implementasi Resilience and Inclusion Spanyol Dalam Kerangka European Agenda for Tourism 2030
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Spanyol merupakan salah satu negara yang paling banyak dikunjungi di dunia, yang kemudian menjadikan sektor pariwisata memegang peran penting dalam perekonomian dan pembangunan sosial di Spanyol. Ketika terjadinya penyebaran virus covid-19, produk domestik bruto Spanyol mengalami penurunan hingga 150 miliar EUR dalam bentuk pemasukan sektor pariwisata, hal ini tambah buruh dikarenakan 445 ribu orang telah kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata pada tahun 2020. Untuk itu, Spanyol memiliki tujuan untuk melakukan transformasi dan modernisasi pada sektor pariwisata yang berguna untuk meningkatkan daya saing dan ketahanannya. Di sisi lain menurut National Statistics Institute (Instituto Nacional de Estadística) terdapat sebanyak 4,8 juta orang dengan beberapa tingkat disabilitas di Spanyol pada tahun 2020, selain itu, Spanyol juga menyadari bahwa pentingnya keberlanjutan dalam pariwisata untuk tetap menjaga kelestarian lokasi wisata, dan menghormati penduduk lokal. Untuk itu Spanyol berupaya dalam mengimplementasikan resilience and inclusion, yang merupakan bagian lingkup prioritas dalam kerangka European Agenda for Tourism 2030. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepatuhan Spanyol dalam mengimplementasikan lingkup prioritas resilience and inclusion. Penelitian ini menggunaan metode kualitatif, dan sumber data yang digunakan adalah melalui sumber data sekunder. Penelitian ini juga menggunakan teori kepatuhan yang dikemukakan oleh Robert B. Mitchell, melalui tiga indikator yaitu, outputs, outcomes, dan impacts, dan kemudian akan diukur ke dalam empat jenis kepatuhan yaitu treaty-induced compliance, coincidental compliance, good faith non-compliance, dan intentional compliance. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Spanyol hanya memenuhi indikatior outputs, dan outcomes, dan belum memenuhi indikator impacts, sehingga diukur dari empat jenis tingkat kepatuhan, Spanyol berada dalam tingkat good faith non-compliance.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Spain is among the most visited countries in the world, positioning the tourism sector as a critical contributor to its economic performance and social development. The outbreak of the COVID-19 pandemic significantly impacted Spain’s economy, with a recorded decline of approximately 150 billion EUR in tourism-related revenues. This downturn was exacerbated by the loss of employment for 445,000 individuals in the tourism sector in 2020. To address these challenges, Spain has prioritized the transformation and modernization of its tourism sector to enhance its competitiveness and resilience in the face of future disruptions. Furthermore, data from the National Statistics Institute (Instituto Nacional de Estadística) in 2020 reveals that approximately 4.8 million individuals in Spain live with varying degrees of disability. Recognizing the importance of sustainability in tourism, Spain has also emphasized the need to preserve tourist destinations and respect local communities. In alignment with these objectives, Spain has made efforts to implement resilience and inclusion, a key priority area within the framework of the European Agenda for Tourism 2030. This study aims to evaluate the extent of Spain’s compliance with implementing the priority area of resilience and inclusion. The research adopts a qualitative approach, relying on secondary data sources. Compliance is analyzed using the theoretical framework proposed by Robert B. Mitchell, which measures compliance through three key indicators: outputs, outcomes, and impacts. These indicators are further assessed against four compliance categories: treaty-induced compliance, coincidental compliance, good faith non-compliance, and intentional compliance. The findings of this study indicate that Spain has demonstrated compliance with the outputs and outcomes indicators but has not yet achieved the impacts indicator. Consequently, based on the four compliance categories, Spain’s level of compliance is classified as good faith non-compliance, reflecting a genuine commitment to the principles of the European Agenda for Tourism 2030 despite challenges in achieving long-term impacts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save