Artikel Ilmiah : C1A008082 a.n. ARRISTIKA YUDHA NORIEGA

Kembali Update Delete

NIMC1A008082
NamamhsARRISTIKA YUDHA NORIEGA
Judul ArtikelANALISIS PENDAPATAN SOPIR ANGKUTAN KOTA PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan Sopir Angkutan Kota
Purwokerto Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk
mengetahui apakah pendapatan sopir angkutan kota telah mencukupi Kebutuhan
Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas Tahun 2012, (2) untuk mengetahui
hubungan antara usia, jam kerja, dan masa kerja terhadap pendapatan sopir angkutan
kota, (3) untuk mengetahui apakah ada perbedaan pendapatan antara sopir trayek B,
D dan G.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan analisis
kuantitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan
kuisioner. Teknik analisis data menggunakan analisis tabulasi silang. Responden
dalam penelitian ini sebanyak 83 sopir angkutan kota yang ada di jalur B, D dan G.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) pendapatan rata-rata sopir
angkutan kota sebesar Rp1.221.000,00, KHL Kabupaten Banyumas sebesar
Rp965.000,00. Pendapatan rata-rata yang diterima sopir lebih besar dari angka KHL
sehingga dianggap sudah mencukupi kebutuhan rumah tangganya. (2) Variabel jam
kerja mempunyai hubungan positif yang kuat dan signifikan terhadap pendapatan.
Variabel usia memiliki hubungan negatif terhadap pendapatan. Sementara masa kerja
relatif tidak terbukti mempunyai hubungan positif yang kuat dengan pendapatan
sopir angkutan kota pada daerah penelitian. Terakhir, Pendapatan sopir angkot antar
trayek terbukti memiliki perbedaan. Pendapatan rata-rata sopir B merupakan yang
tertinggi, yakni Rp1.375.2500,00. Sementara sopir trayek G pendapatannya
Rp1.191.000,00. Serta pendapatan sopir D dengan pendapatan terendah, yakni
Rp1.055.000,00.
Implikasi pada penelitian ini, pertama sopir perlu meningkatkan
pendapatannya sesuai dengan jumlah tanggungannya. Salah satu cara yang perlu
dilakukan adalah dengan meningkatkan pelayanan dan melakukan inovasi seperti
membuat variasi mobil agar lebih menarik sesuai ketentuan. Kedua, sopir perlu
memperhatikan usianya, sopir muda perlu memaksimalkan potensinya sementara
sopir tua harus menjaga kondisi fisik dan beroperasi pada jam-jam ramai saja,
dimana banyak calon penumpang yang ingin naik angkot. Sedangkan masa kerja
relatif tidak perlu menjadi perhatian karena tidak berpengaruh signifikan terhadap
pendapatan. Terakhir, sopir masing-masing trayek perlu memberikan informasi
untuk perkembangan jasa angkot. Selain itu masing-masing trayek juga perlu alokasi
waktu dan rasio jumlah angkot dan penumpang lebih efektif lagi pada setiap jam agar
tidak menumpuk sehingga pendapatan yang diterima dapat meningkat terutama di
trayek yang tergolong sepi penumpang.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purposes of this study are (1) to determine whether incomes of City Transport
Drivers are sufficient to living needs (KHL) Banyumas Residence in the 2012 Year, (2) to
determine the relationship between age, labor hour, and tenure about driver income, (3) to
find out if there are income disparities among drivers of Route B, D, and G in the area of
research. The research methods are descriptive and quantitative analyses using primary
data obtained through interviews and questionnaires. Data analysis techniques use cross
tabulation analysis. Respondents in this study are 83 Drivers on route B, D, and G.
These results indicate that, (1) the average income driver at Rp1.221.000,00, KHL
Banyumas Regency for Rp965.000, 00. The average income received by driver is greater
than the number of KHL that considered to be sufficient of household needs. (2) working
hour variable has a strong positive relationship and significant impact on income. Age
variable has a strong negative relationship and significant impact on income. Tenure has
not proven relatively strong positive relationship with income trader in the study area.
Finally, income by driver route has proved the difference. The average income for driver of
route B is higher at Rp1.645.000,00. While income of route G driver is Rp1.191.000, 00,
and route D driver is Rp1.055.000,00 as lower than others.
Kata kunciIncome, Living Needs, and Transport Drivers.
Pembimbing 1Drs. Sugito S.U
Pembimbing 2Agus Arifin SE,M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.