Artikel Ilmiah : A1A019006 a.n. OVE ANOM PRAKOSO

Kembali Update Delete

NIMA1A019006
NamamhsOVE ANOM PRAKOSO
Judul ArtikelANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI RESILIENSI PETANI PADI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI DESA KRENDETAN KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pertanian merupakan salah satu sektor yang vital untuk Indonesia karena
menyangkut tentang ketahanan pangan nasional. Keberlangsungan usahatani padi
harus dipikirkan dan terus dijalankan untuk memenuhi kebutuhan pangan
masyarakat. Pertanian padi di Indonesia sebenarnya sudah berjalan dengan cukup
baik namun akhir-akhir ini mulai muncul perubahan iklim yang dapat mengganggu
dan membahayakan pertanian padi. Penurunan intensitas hari hujan pada musim
penghujan, suhu global yang semakin panas, dan adanya indikasi mundurnya
musim penghujan merupakan dampak dari perubahan iklim yang mulai dirasakan
dan mengancam petani. Upaya mengatasi perubahan iklim yang dihadapi petani
tersebut, maka dibutuhkan resiliensi yang baik untuk menghadapi ancaman
tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui petani padi di Desa
Krendetan Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo resilien atau tidak dalam
menghadapi perubahan iklim; (2) mengetahui tingkat resiliensi petani padi dalam
menghadapi perubahan iklim di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten
Purworejo; dan (3) mengetahui pengaruh masing-masing faktor terhadap resiliensi
petani padi dalam menghadapi perubahan iklim di Desa Krendetan, Kecamatan
Bagelen, Kabupaten Purworejo.
Penelitian dilakukan di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten
Purworejo. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada Bulan Maret hingga April 2024.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survey. Teknik sampling
yang digunakan adalah simple random sampling dengan subjek petani padi yang
berlokasi di Desa Krendetan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 61
responden yang merupakan petani padi di Desa Krendetan. Variabel-variabel yang
digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi petani padi
di Desa Krendetan ada 6 yaitu: tingkat optimisme, kompetensi petani, orang lain
yang dianggap penting, informasi dan komunikasi pertanian, kapasitas sumberdaya
pertanian, dan teknologi pertanian. Metode analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dan
analisis tingkat resiliensi dengan metode CD-RISC.
Hasil menunjukan petani padi di Desa Krendetan resilien terhadap perubahan
iklim. Bentuk adaptasi yang mereka lakukan untuk mengatasi perubahan iklim
dengan cara menunda menanam tanaman padi hingga intensitas hujan sudah tinggi
dan menggunakan air dari sumur bor apabila ketersediaan air di sawah dianggap
kurang. Tingkat resiliensi petani padi di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen,
Kabupaten Purworejo bernilai 84,68. Nilai tersebut mengindikasikan petani padi di
Desa Krendetan resilien terhadap ancaman perubahan iklim karena memiliki nilai
yang dikategorikan resiliensi yang tinggi. Berdasarkan analisis regresi linear
berganda faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi petani padi di Desa Krendetan
adalah tingkat optimisme, kompetensi petani, orang lain yang dianggap penting,
kapasitas sumberdaya pertanian, dan teknologi pertanian.
Abtrak (Bhs. Inggris)Agriculture is a vital sector for Indonesia due to its impact on national food
security. The sustainability of rice farming must be considered and continuously
maintained to meet community food needs. Rice farming in Indonesia has been
operating relatively well; however, recent climate changes are starting to disrupt
and endanger rice cultivation. Reduced rainfall intensity during the rainy season,
rising global temperatures, and indications of a delayed rainy season are climate
change effects that threaten farmers. Effective resilience is required to address
these climate change challenges.This research aims to: (1) determine whether rice
farmers in Krendetan Village, Bagelen District, Purworejo Regency are resilient to
climate change; (2) assess the level of resilience of rice farmers in Krendetan
Village, Bagelen District, Purworejo Regency in facing climate change; and (3)
examine the impact of each factor on the resilience of rice farmers in Krendetan
Village, Bagelen District, Purworejo Regency.
The research was conducted in Krendetan Village, Bagelen District,
Purworejo Regency. Data collection took place from March to April 2024. A survey
method was employed for the study. The sampling technique used is simple random
sampling, with the subjects being rice farmers located in Krendetan Village.. The
study involved 61 respondents, who are rice farmers in Krendetan Village. The
variables used to identify factors affecting the resilience of rice farmers in
Krendetan Village include: optimism level, farmer competence, influential
individuals, agricultural information and communication, agricultural resource
capacity, and agricultural technology. Data analysis utilized multiple linear
regression and resilience level analysis using the CD-RISC method.
Results indicate that rice farmers in Krendetan Village are resilient to climate
change. Adaptation measures include delaying rice planting until rainfall intensity
is sufficient and using water from deep wells if water availability in the fields is
inadequate. The resilience level of rice farmers in Krendetan Village, Bagelen
District, Purworejo Regency is 84.68. This value suggests high resilience, as it falls
within the high resilience category. Multiple linear regression analysis shows that
factors influencing the resilience of rice farmers in Krendetan are optimism level,
farmer competence, influential individuals, agricultural resource capacity, and
agricultural technology.
Kata kunciResiliensi, perubahan iklim, Krendetan
Pembimbing 1Dr. Altri Mulyani, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Sawitania C. Dwi U. Br. Situmorang, S.P., M.Si.
Pembimbing 3Lutfi Zulkifli, S.P., M.Si
Tahun2024
Jumlah Halaman101
Tgl. Entri2024-08-22 10:25:49.523415
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.