Home
Login.
Artikelilmiahs
45990
Update
OVE ANOM PRAKOSO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI RESILIENSI PETANI PADI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM DI DESA KRENDETAN KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pertanian merupakan salah satu sektor yang vital untuk Indonesia karena menyangkut tentang ketahanan pangan nasional. Keberlangsungan usahatani padi harus dipikirkan dan terus dijalankan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Pertanian padi di Indonesia sebenarnya sudah berjalan dengan cukup baik namun akhir-akhir ini mulai muncul perubahan iklim yang dapat mengganggu dan membahayakan pertanian padi. Penurunan intensitas hari hujan pada musim penghujan, suhu global yang semakin panas, dan adanya indikasi mundurnya musim penghujan merupakan dampak dari perubahan iklim yang mulai dirasakan dan mengancam petani. Upaya mengatasi perubahan iklim yang dihadapi petani tersebut, maka dibutuhkan resiliensi yang baik untuk menghadapi ancaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui petani padi di Desa Krendetan Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo resilien atau tidak dalam menghadapi perubahan iklim; (2) mengetahui tingkat resiliensi petani padi dalam menghadapi perubahan iklim di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo; dan (3) mengetahui pengaruh masing-masing faktor terhadap resiliensi petani padi dalam menghadapi perubahan iklim di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Penelitian dilakukan di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada Bulan Maret hingga April 2024. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survey. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan subjek petani padi yang berlokasi di Desa Krendetan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 61 responden yang merupakan petani padi di Desa Krendetan. Variabel-variabel yang digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi petani padi di Desa Krendetan ada 6 yaitu: tingkat optimisme, kompetensi petani, orang lain yang dianggap penting, informasi dan komunikasi pertanian, kapasitas sumberdaya pertanian, dan teknologi pertanian. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dan analisis tingkat resiliensi dengan metode CD-RISC. Hasil menunjukan petani padi di Desa Krendetan resilien terhadap perubahan iklim. Bentuk adaptasi yang mereka lakukan untuk mengatasi perubahan iklim dengan cara menunda menanam tanaman padi hingga intensitas hujan sudah tinggi dan menggunakan air dari sumur bor apabila ketersediaan air di sawah dianggap kurang. Tingkat resiliensi petani padi di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo bernilai 84,68. Nilai tersebut mengindikasikan petani padi di Desa Krendetan resilien terhadap ancaman perubahan iklim karena memiliki nilai yang dikategorikan resiliensi yang tinggi. Berdasarkan analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi petani padi di Desa Krendetan adalah tingkat optimisme, kompetensi petani, orang lain yang dianggap penting, kapasitas sumberdaya pertanian, dan teknologi pertanian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Agriculture is a vital sector for Indonesia due to its impact on national food security. The sustainability of rice farming must be considered and continuously maintained to meet community food needs. Rice farming in Indonesia has been operating relatively well; however, recent climate changes are starting to disrupt and endanger rice cultivation. Reduced rainfall intensity during the rainy season, rising global temperatures, and indications of a delayed rainy season are climate change effects that threaten farmers. Effective resilience is required to address these climate change challenges.This research aims to: (1) determine whether rice farmers in Krendetan Village, Bagelen District, Purworejo Regency are resilient to climate change; (2) assess the level of resilience of rice farmers in Krendetan Village, Bagelen District, Purworejo Regency in facing climate change; and (3) examine the impact of each factor on the resilience of rice farmers in Krendetan Village, Bagelen District, Purworejo Regency. The research was conducted in Krendetan Village, Bagelen District, Purworejo Regency. Data collection took place from March to April 2024. A survey method was employed for the study. The sampling technique used is simple random sampling, with the subjects being rice farmers located in Krendetan Village.. The study involved 61 respondents, who are rice farmers in Krendetan Village. The variables used to identify factors affecting the resilience of rice farmers in Krendetan Village include: optimism level, farmer competence, influential individuals, agricultural information and communication, agricultural resource capacity, and agricultural technology. Data analysis utilized multiple linear regression and resilience level analysis using the CD-RISC method. Results indicate that rice farmers in Krendetan Village are resilient to climate change. Adaptation measures include delaying rice planting until rainfall intensity is sufficient and using water from deep wells if water availability in the fields is inadequate. The resilience level of rice farmers in Krendetan Village, Bagelen District, Purworejo Regency is 84.68. This value suggests high resilience, as it falls within the high resilience category. Multiple linear regression analysis shows that factors influencing the resilience of rice farmers in Krendetan are optimism level, farmer competence, influential individuals, agricultural resource capacity, and agricultural technology.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save