Artikel Ilmiah : A1A017070 a.n. ABEDNEGO AGUNG NUGROHO

Kembali Update Delete

NIMA1A017070
NamamhsABEDNEGO AGUNG NUGROHO
Judul ArtikelANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Kabupaten Banyumas yang bersifat fluktuatif dari tahun ke tahun harus memerlukan
adanya perencanaan pembangunan dan pengembangan di setiap sub-sektor pertanian.
Salah satu upaya untuk menciptakan pembangunan ekonomi di Kabupaten Banyumas
yaitu dengan mengetahui potensi komoditas unggulan pertanian khususnya dalam
penelitian ini yaitu komoditas tanaman pangan. Sub sektor tanaman pangan sebagai
bagian dari sektor pertanian memiliki kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi
di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui kecamatankecamatan yang menjadi wilayah basis dan jenis komoditas tanaman pangan basis di
Kabupaten Banyumas. (2).Mengetahui karakteristik laju pertumbuhan komoditas
tanaman pangan setiap Kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan
Analisis Data Sekunder (ADS), dengan metode pengambilan data menggunakan metode
dokumentasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu 2014-2023. Data
sekunder diolah menggunakan Software Excel 2013. Komoditas dalam penelitian ini
yaitu komoditas tanaman pangan. Metode analisis data digunakan adalah Analisis
Location Quotient (LQ) dan analisis shift-share menggunakan tiga informasi dasar yang
berhubungan satu sama lain yaitu: Pertumbuhan Pangsa Wilayah (PPW), Pertumbuhan
Proporsional (PP), dan Pertumbuhan Bersih (PB).
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1). Kecamatan yang mempunyai komoditas
tanaman pangan basis paling banyak adalah Kecamatan Kebasen, Kecamatan
Kalibagor, dan Kecamatan Purwojati dengan jumlah komoditas basis sebanyak lima
komoditas. Jenis komoditas tanaman pangan basis paling banyak di Kabupaten
Banyumas adalah padi sawah yang terdapat di delapan belas Kecamatan, yaitu
Kecamatan Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Banyumas,
Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturraden, Sokaraja,
Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur dan Purwokerto Utara (2).
Karakteristik laju pertumbuhan komoditas tanaman pangan yang mempunyai daya saing
tinggi di Kabupaten Banyumas adalah padi sawah yang terdapat di tiga belas
Kecamatan, yaitu di Kecamatan Jatilawang, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak,
Somagede, Kalibagor, Gumelar, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng dan Sokaraja.
Komoditas tanaman pangan yang mempunyai pertumbuhan cepat di Kabupaten
Banyumas adalah padi sawah yang terdapat di semua kecamatan di Kabupaten
2
Banyumas sebanyak dua puluh tujuh Kecamatan. Komoditas tanaman pangan yang
termasuk dalam kelompok progresif atau mengalami kemajuan di Kabupaten Banyumas
adalah padi sawah yang terdapat di delapan belas Kecamatan, yaitu Kecamatan Lumbir,
Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede,
Kalibagor, Banyumas, Purwojati, Gumelar, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng,
Sumbang dan Sokaraja.
Abtrak (Bhs. Inggris)The contribution of the agricultural sector to the Gross Regional Domestic
Product (GRDP) of Banyumas Regency, which is fluctuating from year to year, requires
planning for development and growth in each agricultural sub-sector. One of the efforts
to create economic development in Banyumas Regency is by identifying the potential of
superior agricultural commodities, particularly in this research, the commodity of food
crops. The food crop sub-sector, as part of the agricultural sector, plays an important
role in economic growth in Banyumas Regency. This research aims to (1) identify the
sub-districts that serve as the base areas and the types of staple food commodities in
Banyumas Regency. (2) Determine the characteristics of the growth rate of staple food
commodities in each sub-district of Banyumas Regency.
This research is a descriptive quantitative study using a Secondary Data Analysis
(SDA) approach, with data collection methods utilizing documentation from the Central
Statistics Agency (BPS) over the period of 2014-2023. The secondary data is processed
using Excel 2013 software. The commodity in this research is food crop commodities.
The data analysis methods used are Location Quotient (LQ) analysis and shift-share
analysis, utilizing three interrelated basic pieces of information: Regional Share Growth
(PPW), Proportional Growth (PP), and Net Growth. (PB).
The research results indicate that (1). The sub-districts with the most staple food
crop commodities are Kebasen, Kalibagor, and Purwojati, each with a total of five
staple commodities. The most prevalent staple food crop in Banyumas Regency is rice,
which can be found in eighteen sub-districts: Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kemranjen,
Sumpiuh, Tambak, Banyumas, Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Karanglewas,
Kedungbanteng, Baturraden, Sokaraja, Purwokerto South, Purwokerto West,
Purwokerto East, and Purwokerto North. (2). The characteristics of the growth rate of
competitive food crop commodities in Banyumas Regency are represented by rice fields
found in thirteen districts, namely Jatilawang, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak,
Somagede, Kalibagor, Gumelar, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, and Sokaraja.
The fast-growing food crop in Banyumas Regency is rice, which is found in all twentyseven districts of Banyumas Regency. The food crop that falls into the progressive
category or is experiencing advancement in Banyumas Regency is rice, which is present
in eighteen districts, namely Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen,
Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Purwojati, Gumelar,
Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Sumbang, and Sokaraja.
Kata kuncikomoditas tanaman pangan, komoditas basis, daya saing.
Pembimbing 1Ratna Satriani, S.P.,M.Sc
Pembimbing 2Dr. Rer. Agr. Ir. Djeimy Kusnaman, M.Sc. Agr.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman19
Tgl. Entri2024-08-22 08:31:29.036748
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.