Home
Login.
Artikelilmiahs
45968
Update
ABEDNEGO AGUNG NUGROHO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN SUB SEKTOR TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banyumas yang bersifat fluktuatif dari tahun ke tahun harus memerlukan adanya perencanaan pembangunan dan pengembangan di setiap sub-sektor pertanian. Salah satu upaya untuk menciptakan pembangunan ekonomi di Kabupaten Banyumas yaitu dengan mengetahui potensi komoditas unggulan pertanian khususnya dalam penelitian ini yaitu komoditas tanaman pangan. Sub sektor tanaman pangan sebagai bagian dari sektor pertanian memiliki kontribusi penting dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mengetahui kecamatankecamatan yang menjadi wilayah basis dan jenis komoditas tanaman pangan basis di Kabupaten Banyumas. (2).Mengetahui karakteristik laju pertumbuhan komoditas tanaman pangan setiap Kecamatan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS), dengan metode pengambilan data menggunakan metode dokumentasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam kurun waktu 2014-2023. Data sekunder diolah menggunakan Software Excel 2013. Komoditas dalam penelitian ini yaitu komoditas tanaman pangan. Metode analisis data digunakan adalah Analisis Location Quotient (LQ) dan analisis shift-share menggunakan tiga informasi dasar yang berhubungan satu sama lain yaitu: Pertumbuhan Pangsa Wilayah (PPW), Pertumbuhan Proporsional (PP), dan Pertumbuhan Bersih (PB). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1). Kecamatan yang mempunyai komoditas tanaman pangan basis paling banyak adalah Kecamatan Kebasen, Kecamatan Kalibagor, dan Kecamatan Purwojati dengan jumlah komoditas basis sebanyak lima komoditas. Jenis komoditas tanaman pangan basis paling banyak di Kabupaten Banyumas adalah padi sawah yang terdapat di delapan belas Kecamatan, yaitu Kecamatan Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Banyumas, Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturraden, Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur dan Purwokerto Utara (2). Karakteristik laju pertumbuhan komoditas tanaman pangan yang mempunyai daya saing tinggi di Kabupaten Banyumas adalah padi sawah yang terdapat di tiga belas Kecamatan, yaitu di Kecamatan Jatilawang, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede, Kalibagor, Gumelar, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng dan Sokaraja. Komoditas tanaman pangan yang mempunyai pertumbuhan cepat di Kabupaten Banyumas adalah padi sawah yang terdapat di semua kecamatan di Kabupaten 2 Banyumas sebanyak dua puluh tujuh Kecamatan. Komoditas tanaman pangan yang termasuk dalam kelompok progresif atau mengalami kemajuan di Kabupaten Banyumas adalah padi sawah yang terdapat di delapan belas Kecamatan, yaitu Kecamatan Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Purwojati, Gumelar, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Sumbang dan Sokaraja.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The contribution of the agricultural sector to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Banyumas Regency, which is fluctuating from year to year, requires planning for development and growth in each agricultural sub-sector. One of the efforts to create economic development in Banyumas Regency is by identifying the potential of superior agricultural commodities, particularly in this research, the commodity of food crops. The food crop sub-sector, as part of the agricultural sector, plays an important role in economic growth in Banyumas Regency. This research aims to (1) identify the sub-districts that serve as the base areas and the types of staple food commodities in Banyumas Regency. (2) Determine the characteristics of the growth rate of staple food commodities in each sub-district of Banyumas Regency. This research is a descriptive quantitative study using a Secondary Data Analysis (SDA) approach, with data collection methods utilizing documentation from the Central Statistics Agency (BPS) over the period of 2014-2023. The secondary data is processed using Excel 2013 software. The commodity in this research is food crop commodities. The data analysis methods used are Location Quotient (LQ) analysis and shift-share analysis, utilizing three interrelated basic pieces of information: Regional Share Growth (PPW), Proportional Growth (PP), and Net Growth. (PB). The research results indicate that (1). The sub-districts with the most staple food crop commodities are Kebasen, Kalibagor, and Purwojati, each with a total of five staple commodities. The most prevalent staple food crop in Banyumas Regency is rice, which can be found in eighteen sub-districts: Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Banyumas, Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturraden, Sokaraja, Purwokerto South, Purwokerto West, Purwokerto East, and Purwokerto North. (2). The characteristics of the growth rate of competitive food crop commodities in Banyumas Regency are represented by rice fields found in thirteen districts, namely Jatilawang, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede, Kalibagor, Gumelar, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, and Sokaraja. The fast-growing food crop in Banyumas Regency is rice, which is found in all twentyseven districts of Banyumas Regency. The food crop that falls into the progressive category or is experiencing advancement in Banyumas Regency is rice, which is present in eighteen districts, namely Lumbir, Wangon, Jatilawang, Rawalo, Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Tambak, Somagede, Kalibagor, Banyumas, Purwojati, Gumelar, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Sumbang, and Sokaraja.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save