Artikel Ilmiah : F1F019032 a.n. ATHALLAH BIMA GUNARI

Kembali Update Delete

NIMF1F019032
NamamhsATHALLAH BIMA GUNARI
Judul ArtikelPERAN ASEAN DALAM PENANGANAN PERDAGANGAN
MANUSIA DI ASIA TENGGARA: ANALISIS EFEKTIVITAS ACTIP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perdagangan manusia merupakan salah satu bentuk kejahatan transnasional
terorganisir yang mengancam banyak aspek bagi masyarakat. Asia Tenggara
menjadi fokus penelitian karena kawasan ini adalah sumber, transit, dan tujuan bagi
korban perdagangan manusia. Penelitian ini mengkaji peran ASEAN dalam
menangani perdagangan manusia di Asia Tenggara melalui pelaksanaan ASEAN
Convention Against Trafficking in Persons (ACTIP). Dengan menggunakan
kerangka teori Neoliberalisme Institusionalisme, penelitian ini menilai efektivitas
ACTIP dalam mengurangi perdagangan manusia di kawasan ini. Meskipun semua
negara anggota ASEAN telah meratifikasi ACTIP, implementasinya di tingkat
nasional masih kurang efektif, terlihat dari rendahnya tingkat kepatuhan terhadap
ketentuan ACTIP. Beberapa faktor utama yang menyebabkan ketidakefektifan ini
termasuk adanya peraturan domestik yang tidak diselaraskan dengan ACTIP,
minimnya inisiatif untuk melaporkan kinerja implementasi, dan kurangnya
mekanisme pengawasan kepatuhan. Penelitian ini menyarankan ASEAN untuk
mengintegrasikan standar mekanisme kepatuhan yang lebih jelas dan mengikat,
guna meningkatkan efektivitas ACTIP dalam memerangi perdagangan manusia di
Asia Tenggara.
Abtrak (Bhs. Inggris)Human trafficking is a form of organized transnational crime that threatens many
aspects of society. Southeast Asia is the focus of this research because the region
serves as a source, transit, and destination for human trafficking victims. This study
examines ASEAN's role in combating human trafficking in Southeast Asia through
the implementation of the ASEAN Convention Against Trafficking in Persons
(ACTIP). Utilizing the framework of Neoliberal Institutionalism, this research
assesses the effectiveness of ACTIP in reducing human trafficking in the region.
Although all ASEAN member states have ratified ACTIP, its implementation at the
national level remains ineffective, as evidenced by the low compliance with ACTIP
Compliance. Several key factors contributing to this ineffectiveness include the lack
of alignment between domestic regulations and ACTIP, insufficient initiatives to
report implementation performance, and inadequate compliance monitoring
mechanisms. This study suggests that ASEAN should integrate clearer and more
binding compliance mechanisms to enhance the effectiveness of ACTIP in
combating human trafficking in Southeast Asia.
Kata kunciPerdagangan Manusia, Perdagangan Orang, ASEAN, ACTIP, Asia Tenggara, Efektivitas ACTIP
Pembimbing 1Dr. Agus Haryanto, M.Si
Pembimbing 2Kholifatus Saadah, S.Hub.Int., M.Hub.Int.
Pembimbing 3Arief Bakhtiar Darmawan, S.IP., M.A
Tahun2024
Jumlah Halaman75
Tgl. Entri2024-08-19 15:24:27.041973
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.