Artikel Ilmiah : E1A020090 a.n. UMMI MUSTIKA INDAH LESTARI

Kembali Update Delete

NIME1A020090
NamamhsUMMI MUSTIKA INDAH LESTARI
Judul ArtikelWanprestasi dalam Perjanjian di Bawah Tangan atah Jual Beli Hak Milik Satuan Rumah Susun (Studi Putusan No. 110/Pdt.G/2021/PN Yyk)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Para pihak dalam jual beli rumah umumnya membuat Perjanjian
Pendahuluan Jual Beli (selanjutnya disebut PPJB) sebagai ikatan pendahuluan
akibat transaksi yang biasanya tidak dilakukan secara tunai karena nilainya besar
serta untuk menghindari konflik, seperti wanprestasi. Penelitian ini dilaksanakan
terhadap putusan No. 110/Pdt.G/2021/PN Yyk yang menyatakan pengembang
(tergugat) wanprestasi dalam PPJB Satuan Rumah Susun (selanjutnya disebut
sarusun) Jogja Apartel. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keabsahan PPJB
sehingga dapat diketahui akibat perjanjian tersebut serta menganalisis
pertimbangan hakim yang menyatakan tergugat wanprestasi atas PPJB meskipun
perjanjian utama untuk jual beli ini belum lahir.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian yuridis
normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data dalam
penelitian ini menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer dan bahan
hukum sekunder dengan metode analisis data yang dilakukan secara normatif
kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis.
Hasil penelitian dan pembahasan memberikan kesimpulan bahwa PPJB
Sarusun Jogja Apartel adalah sah berdasarkan syarat sahnya perjanjian dalam Pasal
1320 KUHPerdata, sehingga para pihak dapat melanjutkan ke tahap pembuatan
Akta Jual Beli (selanjutnya disebut AJB) agar terlaksana penyerahan sarusun,
namun tergugat tidak dapat menyelesaikan pembangunan sarusun sesuai tenggang
waktu yang tertulis dalam PPJB. Hakim memutus tergugat wanprestasi karena
setelah diberikan somasi masih tidak dapat memenuhi kewajibannya. Hal ini
berakibat pada tidak dapat dibuatkannya AJB, sehingga penggugat mengalami
kerugian karena tidak mendapatkan hak milik atas sarusun yang sudah dibayarnya.
Wanprestasi tersebut akhirnya berakibat pada putusnya perjanjian yang disertai
dengan ganti kerugian.
Kata kunci: Perjanjian Pengikatan Jual Beli, Satuan Rumah Susun, Wanprestasi
Abtrak (Bhs. Inggris)Parties in the sale and purchase of houses generally make a Preliminary
Sale and Purchase Agreement (hereinafter referred to as PPJB) as a preliminary
bond due to transactions that are usually not carried out in cash due to their large
value and to avoid conflicts, such as default. This research was conducted on the
decision No. 110/Pdt.G/2021/PN Yyk which stated that the developer (defendant)
was in default in the PPJB of the Flat Unit (hereinafter referred to as sarusun)
Jogja Apartel. The purpose of this study is to analyze the validity of the PPJB so
that the consequences of the agreement can be known and analyze the judge's
consideration that declared the defendant in default of the PPJB even though the
main agreement for this sale and purchase had not yet been born.
The research method used is normative juridical research method with
descriptive analytical research specifications. The data source in this research uses
secondary data in the form of primary legal materials and secondary legal
materials with data analysis methods carried out normatively qualitative and
presented in the form of narrative text arranged systematically.
The results of the research and discussion provide the conclusion that the
PPJB of Jogja Apartel Flats is valid based on the validity of the agreement in
Article 1320 of the Indonesian Civil Code, so that the parties can proceed to the
stage of making a Sale and Purchase Deed (hereinafter AJB) so that the delivery of
the flat is carried out, but the defendant cannot complete the construction of the flat
according to the deadline written in the PPJB. The judge decided that the defendant
was in default because after being given a summons he still could not fulfill his
obligations. This resulted in the inability to make AJB, so that the plaintiff suffered
losses because he did not get the property rights to the flat he had paid for. The
default eventually resulted in the termination of the agreement accompanied by
compensation.
Keywords: Sales and Purchase Agreement, Flat Unit, Default
Kata kunciPerjanjian Pengikatan Jual Beli, Satuan Rumah Susun, Wanprestasi
Pembimbing 1Nur Wakhid, S.H., M.H.
Pembimbing 2Anggitariani Rayi Larasati Siswanta, S.H., M.Kn.
Pembimbing 3Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H., M.A., Ph.D.
Tahun2024
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2024-07-18 15:42:03.893865
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.