Artikel Ilmiah : K1B020047 a.n. ANGGI SASMITA SETIOWATI

Kembali Update Delete

NIMK1B020047
NamamhsANGGI SASMITA SETIOWATI
Judul ArtikelPenerapan Fuzzy Inference System Metode Tsukamoto
untuk Menentukan Kualitas Udara Ambien
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penurunan kualitas udara memiliki dampak buruk terhadap kesehatan
biologis dan lingkungan. Partikel dan senyawa kimia berbahaya di udara dapat
menyebabkan penyakit pernafasan, alergi, penyakit jantung, kanker paru-paru, serta
merusak ekosistem dan keseimbangan lingkungan secara keseluruhan. Oleh karena
itu, diperlukan solusi inovatif dan efektif untuk mengurangi dampak negatif dari
pencemaran udara. Salah satu metode untuk mendiskripsikan kondisi kualitas udara
ambien adalah Fuzzy Inference System (FIS) Tsukamoto. Penelitian ini
menggunakan FIS Tsukamoto untuk menentukan kualitas udara ambien di
Indonesia. Variabel input yang digunakan adalah PM10 , NO2 , SO2 , CO , dan O3 ,
sedangkan kualitas udara ambien menjadi variabel output. Fuzzy Inference System
Tsukamoto mempunyai 3 tahapan, yaitu fuzzifikasi, inferensi, dan defuzzifikasi.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, dari 59 sampel pengukuran udara ambien di
seluruh titik stasiun pemantauan, 29 titik stasiun memiliki kualitas udara ambien
dengan kategori Baik dan 22 titik stasiun memiliki kualitas udara ambien dengan
kategori Sedang, dengan capaian akurasi sebesar 86,4%, di mana dari 59 data yang
diujikan, 51 data sesuai dengan data aktual.
Abtrak (Bhs. Inggris)Air quality degradation has adverse impacts on biological and
environmental health. Harmful particles and chemical compounds in the air can
cause respiratory diseases, allergies, heart disease, lung cancer, as well as damage
the ecosystem and overall environmental balance. Therefore, innovative and
effective solutions are needed to reduce the negative impacts of air pollution. One
method to describe ambient air quality conditions is the Tsukamoto Fuzzy Inference
System (FIS). This research uses Tsukamoto FIS to determine ambient air quality
in Indonesia. The input variables used are PM10, NO2, SO2, CO, and O3 , while
ambient air quality is the output variable. Tsukamoto Fuzzy Inference System has 3
stages, namely fuzzification, inference, and defuzzification. Based on the results
obtained, from 59 ambient air measurement samples at all monitoring station points,
29 station points have ambient air quality in the Baik category and 22 station points
have ambient air quality in the Sedang category, with an accuracy of 86.4%, where
out of 59 data tested, 51 data match the actual data.
Kata kunciFuzzy Inference System (FIS) Tsukamoto, kualitas udara ambien, python
Pembimbing 1Dra. Mutia Nur Estri, M.Kom.
Pembimbing 2Triyani, S.Si., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman97
Tgl. Entri2024-07-04 14:44:25.55915
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.