Home
Login.
Artikelilmiahs
44741
Update
ANGGI SASMITA SETIOWATI
NIM
Judul Artikel
Penerapan Fuzzy Inference System Metode Tsukamoto untuk Menentukan Kualitas Udara Ambien
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penurunan kualitas udara memiliki dampak buruk terhadap kesehatan biologis dan lingkungan. Partikel dan senyawa kimia berbahaya di udara dapat menyebabkan penyakit pernafasan, alergi, penyakit jantung, kanker paru-paru, serta merusak ekosistem dan keseimbangan lingkungan secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif dan efektif untuk mengurangi dampak negatif dari pencemaran udara. Salah satu metode untuk mendiskripsikan kondisi kualitas udara ambien adalah Fuzzy Inference System (FIS) Tsukamoto. Penelitian ini menggunakan FIS Tsukamoto untuk menentukan kualitas udara ambien di Indonesia. Variabel input yang digunakan adalah PM10 , NO2 , SO2 , CO , dan O3 , sedangkan kualitas udara ambien menjadi variabel output. Fuzzy Inference System Tsukamoto mempunyai 3 tahapan, yaitu fuzzifikasi, inferensi, dan defuzzifikasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dari 59 sampel pengukuran udara ambien di seluruh titik stasiun pemantauan, 29 titik stasiun memiliki kualitas udara ambien dengan kategori Baik dan 22 titik stasiun memiliki kualitas udara ambien dengan kategori Sedang, dengan capaian akurasi sebesar 86,4%, di mana dari 59 data yang diujikan, 51 data sesuai dengan data aktual.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Air quality degradation has adverse impacts on biological and environmental health. Harmful particles and chemical compounds in the air can cause respiratory diseases, allergies, heart disease, lung cancer, as well as damage the ecosystem and overall environmental balance. Therefore, innovative and effective solutions are needed to reduce the negative impacts of air pollution. One method to describe ambient air quality conditions is the Tsukamoto Fuzzy Inference System (FIS). This research uses Tsukamoto FIS to determine ambient air quality in Indonesia. The input variables used are PM10, NO2, SO2, CO, and O3 , while ambient air quality is the output variable. Tsukamoto Fuzzy Inference System has 3 stages, namely fuzzification, inference, and defuzzification. Based on the results obtained, from 59 ambient air measurement samples at all monitoring station points, 29 station points have ambient air quality in the Baik category and 22 station points have ambient air quality in the Sedang category, with an accuracy of 86.4%, where out of 59 data tested, 51 data match the actual data.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save