Artikel Ilmiah : B1A019025 a.n. ALISSA NURFITRIANA

Kembali Update Delete

NIMB1A019025
NamamhsALISSA NURFITRIANA
Judul ArtikelPOTENSI ECENG GONDOK SEBAGAI PENYERAP
KADMIUM PADA PEWARNA REMAZOL DITINJAU
DARI KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE (SOD) DAN
GLUTATHIONE (GSH)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pewarna remazol merupakan zat warna yang digunakan dalam produksi batik dan menghasilkan limbah
yang mengandung logam berat seperti kadmium (Cd) yang dapat mencemari lingkungan. Toksisitas kadmium dapat
dikurangi dengan metode fitoremediasi menggunakan tanaman air, misalnya eceng gondok. Eceng gondok
(Eichornia crassipes) merupakan gulma yang keberadaannya dapat menjadi bioindikator dalam pencemaran air.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh eceng gondok terhadap kadar Superoksida Dismutase dan
Glutathione (GSH) serta menentukan biomassa yang efektif dalam menurunkan toksisitas Cd ditinjau dari kadar
SOD dan kadar GSH. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental Rangkaian Acak Lengkap (RAL) dengan
6 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali. Variabel bebas berupa biomassa tumbuhan eceng gondok. Variabel
terikat berupa perubahan kadar SOD dan kadar GSH Parameter utama yang diukur berupa aktivitas SOD dan kadar
GSH. Parameter pendukung yang diukur berupa pH media dan intensitas cahaya. Data hasil penelitian dianalisis
menggunakan ANOVA dan dilanjutkan metode DMRT. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan
Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa eceng gondok berpengaruh
terhadap kadar SOD dan GSH. Biomassa eceng gondok yang efektif dalam menurunkan toksisitas kadmium pada
pewarna remazol ditinjau dari kadar SOD yaitu biomassa 100 g. Biomassa eceng gondok yang efektif dalam
menurunkan toksisitas kadmium pada pewarna remazol ditinjau dari kadar GSH yaitu biomassa 50 g.
Abtrak (Bhs. Inggris)Remazol dye is a dye used in batik production and produces waste that cintains heavy metals suh as
cadmium (Cd) which can pollute the environment. Cadmium toxicity can be reduced by phytoremediation method
using aquatic plants, for example water hyacinth. Water hyacinth (Eichornia crassipes) is a weed whose presence
can be a bioindicator for water pollution. This research aims to determine the effect of water hyacinth on the activity
of Superoxide Dismutase (SOD) and Glutathione (GSH) and determine biomass that effective in reducing Cd
toxicity in terms of SOD and GSH levels. This research was conducted using an experimental method using using
a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments was repeated 6 times. The independent variable is the
biomass of water hyacinth plants. The dependent variable is changes in SOD activity and GSH Levels. The main
parameters measured were SOD activity and GSH levels. The supporting parameters measured are media pH and
light intensity. The research data were analyzed using ANOVA and continued with the DMRT test. The research
was carried out at the plant physiology laboratory at General Soedirman University. The results showed that water
hyacinth biomass affected SOD activity and GSH levels. Water hyacinth biomass that is effective in reducing
cadmium toxicity in Remazol dye is based on SOD activity, namely biomass 100 g. Water hyacinth biomass that
is effective in reducing cadmium toxicity in Remazol dye in based on GSH content, namely biomass 50 g.
Kata kuncieceng gondok, kadmium, remazol, SOD, GSH
Pembimbing 1Prof. Dr. Hernayanti, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Elly Proklamasiningsih, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2024-06-13 08:07:13.268885
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.