Home
Login.
Artikelilmiahs
44605
Update
ALISSA NURFITRIANA
NIM
Judul Artikel
POTENSI ECENG GONDOK SEBAGAI PENYERAP KADMIUM PADA PEWARNA REMAZOL DITINJAU DARI KADAR SUPEROKSIDA DISMUTASE (SOD) DAN GLUTATHIONE (GSH)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pewarna remazol merupakan zat warna yang digunakan dalam produksi batik dan menghasilkan limbah yang mengandung logam berat seperti kadmium (Cd) yang dapat mencemari lingkungan. Toksisitas kadmium dapat dikurangi dengan metode fitoremediasi menggunakan tanaman air, misalnya eceng gondok. Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan gulma yang keberadaannya dapat menjadi bioindikator dalam pencemaran air. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh eceng gondok terhadap kadar Superoksida Dismutase dan Glutathione (GSH) serta menentukan biomassa yang efektif dalam menurunkan toksisitas Cd ditinjau dari kadar SOD dan kadar GSH. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental Rangkaian Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali. Variabel bebas berupa biomassa tumbuhan eceng gondok. Variabel terikat berupa perubahan kadar SOD dan kadar GSH Parameter utama yang diukur berupa aktivitas SOD dan kadar GSH. Parameter pendukung yang diukur berupa pH media dan intensitas cahaya. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan metode DMRT. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa eceng gondok berpengaruh terhadap kadar SOD dan GSH. Biomassa eceng gondok yang efektif dalam menurunkan toksisitas kadmium pada pewarna remazol ditinjau dari kadar SOD yaitu biomassa 100 g. Biomassa eceng gondok yang efektif dalam menurunkan toksisitas kadmium pada pewarna remazol ditinjau dari kadar GSH yaitu biomassa 50 g.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Remazol dye is a dye used in batik production and produces waste that cintains heavy metals suh as cadmium (Cd) which can pollute the environment. Cadmium toxicity can be reduced by phytoremediation method using aquatic plants, for example water hyacinth. Water hyacinth (Eichornia crassipes) is a weed whose presence can be a bioindicator for water pollution. This research aims to determine the effect of water hyacinth on the activity of Superoxide Dismutase (SOD) and Glutathione (GSH) and determine biomass that effective in reducing Cd toxicity in terms of SOD and GSH levels. This research was conducted using an experimental method using using a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments was repeated 6 times. The independent variable is the biomass of water hyacinth plants. The dependent variable is changes in SOD activity and GSH Levels. The main parameters measured were SOD activity and GSH levels. The supporting parameters measured are media pH and light intensity. The research data were analyzed using ANOVA and continued with the DMRT test. The research was carried out at the plant physiology laboratory at General Soedirman University. The results showed that water hyacinth biomass affected SOD activity and GSH levels. Water hyacinth biomass that is effective in reducing cadmium toxicity in Remazol dye is based on SOD activity, namely biomass 100 g. Water hyacinth biomass that is effective in reducing cadmium toxicity in Remazol dye in based on GSH content, namely biomass 50 g.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save