Artikel Ilmiah : J1D020047 a.n. TEFANA KHANSA MEILON

Kembali Update Delete

NIMJ1D020047
NamamhsTEFANA KHANSA MEILON
Judul ArtikelPergeseran Bahasa Jawa Dialek Banyumas dalam Ranah Masyarakat di Kelurahan Grendeng
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berawal dari adanya pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas
yang terlihat dari kondisi di Kelurahan Grendeng. Banyak masyarakat sudah tidak lagi
menggunakan bahasa Jawa Dialek Banyumas untuk berkomunikasi sehari-hari.
Sehingga, peneliti menganalisis pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas di
Kelurahan Grendeng. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian
deskriptif kualitatif dengan pendekatan Linguistik dengan objek penelitian masyarakat
Grendeng. Hasil penelitian pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas di Kelurahan
Grendeng menunjukan bahwa (1) Peneliti menemukan 21 data yang menunjukan
pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas di Kelurahan Grendeng yang terdiri atas
usia anak-anak, remaja, dan dewasa sudah mengalami pergeseran. (2) Faktor yang
menyebabkan terjadinya pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas di Kelurahan
Grendeng antara lain faktor Kedwibahasaan, faktor pendidikan, faktor ekonomi, dan
faktor migrasi.Penelitian ini berawal dari adanya pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas
yang terlihat dari kondisi di Kelurahan Grendeng. Banyak masyarakat sudah tidak lagi
menggunakan bahasa Jawa Dialek Banyumas untuk berkomunikasi sehari-hari.
Sehingga, peneliti menganalisis pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas di
Kelurahan Grendeng. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian
deskriptif kualitatif dengan pendekatan Linguistik dengan objek penelitian masyarakat
Grendeng. Hasil penelitian pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas di Kelurahan
Grendeng menunjukan bahwa (1) Peneliti menemukan 21 data yang menunjukan
pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas di Kelurahan Grendeng yang terdiri atas
usia anak-anak, remaja, dan dewasa sudah mengalami pergeseran. (2) Faktor yang
menyebabkan terjadinya pergeseran bahasa Jawa Dialek Banyumas di Kelurahan
Grendeng antara lain faktor Kedwibahasaan, faktor pendidikan, faktor ekonomi, dan
faktor migrasi.

Abtrak (Bhs. Inggris)This research began with a shift in the banyumas Dialect of Javanese language
which could be seen from the conditions in Grendeng Village. Many people no longer
use the Banyumas Dialect of Javanese to communicate on a daily basis. Thus, the
researcher analyzed the shift in the Banyumas Dialect of Javanese language in
Grendeng Village. The research method used is a qualitative descriptive research
method with a linguistic approach with the research object being the Grendeng
community The result of the research on the shift of the Javanese Banyumas Dialect in
Grendeng Village show that (1) Researchers found 21 data showing that the Javanese
language shift in the Banyumas Dialect in Grendeng Viallage, consisting of children,
2
teenagers and adults, has experienced a shift. (2) Factors that cause a shift in the
Banyumas Javanese Dialect in Grendeng Village include bilingual factors, educational
factors, economic factors, and migration factors.
Kata kuncipergeseran bahasa, bahasa banyumas, Grendeng
Pembimbing 1Lalita Melasarianti, S Pd., M.Pd.
Pembimbing 2M. Riyanton, S.S., M.Pd
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman105
Tgl. Entri2024-05-13 18:24:57.42189
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.