Artikel Ilmiah : C1G019034 a.n. WIMAR TSANI

Kembali Update Delete

NIMC1G019034
NamamhsWIMAR TSANI
Judul ArtikelTHE IMPACT OF TEMPORARY RELOCATION ON THE INCOME OF TRADERS IN THE
WAGE MARKET PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jumlah pasar tradisional mendominasi perdagangan di Indonesia,
sehingga membutuhkan perhatian dari pemerintah dalam pembangunan dan
pemeliharaan. Peran pemerintah dalam menjaga pasar dan mengontrol para
pedagang sangat penting, terutama jika terjadi bencana yang tidak dapat
diprediksi seperti halnya kebakaran yang terjadi di Pasar Wage Purwokerto pada
tahun 2020. Pemerintah, pengelola pasar dan pedagang harus bersinergi dalam
mencari alternatif agar tidak terjadi kesenjangan atau kecemburuan sosial antara
pedagang yang direlokasi dan yang tidak direlokasi, akibat perbedaan jumlah
pembeli dan pendapatan yang diperoleh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
membandingkan jumlah pembeli dan pendapatan pedagang yang direlokasi dan
yang tidak direlokasi di Pasar Wage Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini
terdiri dari 52 pedagang yang direlokasi dan 52 pedagang yang tidak direlokasi.
Rumus slovin digunakan untuk menentukan jumlah sampel minimum. Teknik
pengumpulan data menggunakan metode wawancara melalui kuesioner. Data
diuji normalitas dengan menggunakan Kormogorov Smirnov dan menunjukkan
bahwa data tidak berdistribusi normal, oleh karena itu teknik analisis data yang
digunakan adalah Uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
perbedaan jumlah pembeli antara pedagang yang direlokasi dan tidak direlokasi
sebesar 36,6 persen, dengan rata-rata pembeli pada pedagang yang tidak
direlokasi dalam sebulan mencapai 71 pembeli per bulan, sedangkan pedagang
yang direlokasi hanya 45 pembeli per bulan. Kemudian ditemukan juga bahwa
terdapat perbedaan pendapatan antara pedagang yang direlokasi dan tidak
direlokasi sebesar 28,8 persen, dengan rata-rata pendapatan pedagang tidak
direlokasi 1.756.730,77 per bulan, sedangkan yang direlokasi hanya 1.250.000,00
per bulan.
Implikasi dari penelitian ini adalah bagi pemerintah daerah sebaiknya
memberikan fasilitas lapak yang sesuai dengan lapak pedagang sebelumnya dan
memberikan alternatif lain agar pembeli tertarik untuk mengunjungi lokasi
pedagang yang direlokasi. bagi para pedagang agar dapat beradaptasi dengan
kondisi dengan alternatif memasarkan barang dagangannya melalui media sosial
dan atau berdagang keliling.
Abtrak (Bhs. Inggris)The number of traditional markets dominates trade in Indonesia, thus
requiring attention from the government in development and maintenance. The
government's role in maintaining the market and controlling the traders is very
important, especially if there is an unpredictable disaster such as the fire that
occurred at Pasar Wage Purwokerto in 2020. The government, market managers
and traders must work together in finding alternatives, so that there is no gap or
social jealousy between relocated and non-relocated traders due to differences in
the number of buyers and income earned. The purpose of this study was to
compare the number of buyers and income of relocated and non-relocated traders
in Purwokerto Wage Market. The population in this study was 104 consisting of 52
relocated traders and 52 non-relocated traders. The slovin formula was used to
determine the minimum sample size. The data collection technique used an
interview method through a questionnaire. Data were tested for normality using
Kormogorov Smirnov and showed that the data were not normally distributed,
therefore the data analysis technique used was the Wilcoxon Test. The results of
this study show that there is a difference in the number of buyers between
relocated and non-relocated traders by 36.6 percent, with the average number of
buyers in non-relocated traders in a month reaching 71 buyers per month, while
relocated traders only 45 buyers per month. It was also found that there is a
difference in income between relocated and non-relocated traders by 28.8
percent, with the average income of non-relocated traders being 1,756,730.77 per
month, while the relocated ones are only 1,250,000.00 per month.
The implication of this research is that the local government should provide
stall facilities that are in accordance with the previous traders' stalls and provide
other alternatives so that buyers are interested in visiting the relocated traders'
locations. for traders to be able to adapt to conditions with alternatives to
marketing their merchandise through social media and or traveling trade.
Kata kunciKata kunci: Pasar Tradisional, Relokasi, Jumlah Pembeli, Pendapatan, Pedagang
Pembimbing 1Istiqomah, S.E, M.Sc, Ph.D
Pembimbing 2Pahrul Fauzi, S.E., M.Si
Pembimbing 3Muhammad Farid Alfarisy., S.E., M.Sc
Tahun2023
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2023-12-15 14:33:21.418184
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.