Home
Login.
Artikelilmiahs
42746
Update
WIMAR TSANI
NIM
Judul Artikel
THE IMPACT OF TEMPORARY RELOCATION ON THE INCOME OF TRADERS IN THE WAGE MARKET PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Jumlah pasar tradisional mendominasi perdagangan di Indonesia, sehingga membutuhkan perhatian dari pemerintah dalam pembangunan dan pemeliharaan. Peran pemerintah dalam menjaga pasar dan mengontrol para pedagang sangat penting, terutama jika terjadi bencana yang tidak dapat diprediksi seperti halnya kebakaran yang terjadi di Pasar Wage Purwokerto pada tahun 2020. Pemerintah, pengelola pasar dan pedagang harus bersinergi dalam mencari alternatif agar tidak terjadi kesenjangan atau kecemburuan sosial antara pedagang yang direlokasi dan yang tidak direlokasi, akibat perbedaan jumlah pembeli dan pendapatan yang diperoleh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan jumlah pembeli dan pendapatan pedagang yang direlokasi dan yang tidak direlokasi di Pasar Wage Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 52 pedagang yang direlokasi dan 52 pedagang yang tidak direlokasi. Rumus slovin digunakan untuk menentukan jumlah sampel minimum. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara melalui kuesioner. Data diuji normalitas dengan menggunakan Kormogorov Smirnov dan menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, oleh karena itu teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah pembeli antara pedagang yang direlokasi dan tidak direlokasi sebesar 36,6 persen, dengan rata-rata pembeli pada pedagang yang tidak direlokasi dalam sebulan mencapai 71 pembeli per bulan, sedangkan pedagang yang direlokasi hanya 45 pembeli per bulan. Kemudian ditemukan juga bahwa terdapat perbedaan pendapatan antara pedagang yang direlokasi dan tidak direlokasi sebesar 28,8 persen, dengan rata-rata pendapatan pedagang tidak direlokasi 1.756.730,77 per bulan, sedangkan yang direlokasi hanya 1.250.000,00 per bulan. Implikasi dari penelitian ini adalah bagi pemerintah daerah sebaiknya memberikan fasilitas lapak yang sesuai dengan lapak pedagang sebelumnya dan memberikan alternatif lain agar pembeli tertarik untuk mengunjungi lokasi pedagang yang direlokasi. bagi para pedagang agar dapat beradaptasi dengan kondisi dengan alternatif memasarkan barang dagangannya melalui media sosial dan atau berdagang keliling.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The number of traditional markets dominates trade in Indonesia, thus requiring attention from the government in development and maintenance. The government's role in maintaining the market and controlling the traders is very important, especially if there is an unpredictable disaster such as the fire that occurred at Pasar Wage Purwokerto in 2020. The government, market managers and traders must work together in finding alternatives, so that there is no gap or social jealousy between relocated and non-relocated traders due to differences in the number of buyers and income earned. The purpose of this study was to compare the number of buyers and income of relocated and non-relocated traders in Purwokerto Wage Market. The population in this study was 104 consisting of 52 relocated traders and 52 non-relocated traders. The slovin formula was used to determine the minimum sample size. The data collection technique used an interview method through a questionnaire. Data were tested for normality using Kormogorov Smirnov and showed that the data were not normally distributed, therefore the data analysis technique used was the Wilcoxon Test. The results of this study show that there is a difference in the number of buyers between relocated and non-relocated traders by 36.6 percent, with the average number of buyers in non-relocated traders in a month reaching 71 buyers per month, while relocated traders only 45 buyers per month. It was also found that there is a difference in income between relocated and non-relocated traders by 28.8 percent, with the average income of non-relocated traders being 1,756,730.77 per month, while the relocated ones are only 1,250,000.00 per month. The implication of this research is that the local government should provide stall facilities that are in accordance with the previous traders' stalls and provide other alternatives so that buyers are interested in visiting the relocated traders' locations. for traders to be able to adapt to conditions with alternatives to marketing their merchandise through social media and or traveling trade.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save