Artikel Ilmiah : A1C019087 a.n. RIVANZA HASBI HAMDI

Kembali Update Delete

NIMA1C019087
NamamhsRIVANZA HASBI HAMDI
Judul ArtikelPENGARUH VARIASI DOSIS PUPUK ORGANIK DAN JADWAL
IRIGASI TETES OTOMATIS TERHADAP SIFAT FISIK TANAH
UNTUK BUDIDAYA SERAI WANGI PADA LAHAN MARGINAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Serai wangi (Cymbopogon Nardus L.) merupakan salah satu jenis tanaman
minyak atsiri yang tergolong sudah berkembang di Indonesia. Penyulingan serai
wangi dapat menghasilkan minyak yang biasa disebut Citronella Oil dimana
minyak tersebut merupakan bahan dasar pembuatan ester untuk parfum dan
kosmetik. Lahan marginal adalah lahan yang sangat luas di Indonesia dan masih
jarang pengelolaannya karena resiko gagal yang cukup tinggi. Salah satu jenis tanah
pada lahan marginal adalah tanah ultisol. Meskipun tanah ultisol termasuk kedalam
lahan marginal namun dengan pengelolaan yang sesuai maka tanah tersebut dapat
digunakan sebagai lahan pertanian. Penelitian ini dirancangan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial menggunakan kombinasi perlakuan
berjumlah 9 variasi. Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan
sebanyak 4 kali sehingga mendapatkan jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 36
tanaman serai wangi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jadwal irigasi tetes dan
dosis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap konduktivitas hidrolik tanah jenuh
atau permeabilitas tanah dan kadar air tanah. Namun, tidak berpengaruh nyata
terhadap kerapatan tanah. Kombinasi perlakuan terbaik untuk permeabilitas tanah
yaitu perlakuan dengan jadwal irigasi tetes otomatis 3 harian dan dosis pupuk
organik sebesar 1500 gram (75 ton/ha). Sedangan kombinasi perlakuan terbaik
untuk kadar air tanah yaitu pada dengan jadwal irigasi tetes otomatis 3 harian dan
dosis pupuk organik sebesar 1500gram (75 ton/ha). Adapun pengaruhnya terhadap
pertumbuhan tanaman Serai wangi menunjukan bahwa perlakuan dengan jadwal
irigasi tetes otomatis 5 harian dan dosis pupuk organik sebesar 1000gram (50ton/ha)
merupakan perlakuan terbaik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Citronella (Cymbopogon Nardus L.) is one type of essential oil plant that is
classified as having developed in Indonesia. Citronella distillation can produce an
oil commonly called Citronella Oil where the oil is the basic ingredient for making
esters for perfumes and cosmetics. Marginal land is a very large area of land in
Indonesia and is still rarely managed because the risk of failure is quite high. One
type of soil on marginal land is ultisol soil. Although ultisol land is included in
marginal land, with appropriate management, the land can be used as agricultural
land. This study was designed using a factorial Complete Randomized Design
(RAL) using a combination of 9 treatments. Each treatment combination was
repeated 4 times so as to get the number of treatment combinations as many as 36
citronella plants.
The results showed that the interaction between drip irrigation schedule and
organic fertilizer dose had a significant effect on the hydraulic conductivity of
saturated soil or soil permeability and soil moisture content. However, it has no
noticeable effect on soil density. The best treatment combination for soil
permeability is treatment with a 3-day automatic drip irrigation schedule and an
organic fertilizer dose of 1500 grams (75 tons/ha). Meanwhile, the best
combination of treatments for soil moisture content is with a 3-daily automatic drip
irrigation schedule and an organic fertilizer dose of 1500 grams (75 tons/ha). The
effect on the growth of citronella plants shows that treatment with a 5-day
automatic drip irrigation schedule and a dose of organic fertilizer of 1000 grams
(50 tons / ha) is the best treatment.
Kata kunciSerai Wangi, Lahan Marginal, Dosis Pupuk Organik, Jadwal Irigasi Tetes.
Pembimbing 1Krissandi Wijaya, S.TP., M.Agr., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Asna Mustofa, S. TP., M.P.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2023-11-22 07:18:08.575244
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.