Home
Login.
Artikelilmiahs
42464
Update
RIVANZA HASBI HAMDI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH VARIASI DOSIS PUPUK ORGANIK DAN JADWAL IRIGASI TETES OTOMATIS TERHADAP SIFAT FISIK TANAH UNTUK BUDIDAYA SERAI WANGI PADA LAHAN MARGINAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Serai wangi (Cymbopogon Nardus L.) merupakan salah satu jenis tanaman minyak atsiri yang tergolong sudah berkembang di Indonesia. Penyulingan serai wangi dapat menghasilkan minyak yang biasa disebut Citronella Oil dimana minyak tersebut merupakan bahan dasar pembuatan ester untuk parfum dan kosmetik. Lahan marginal adalah lahan yang sangat luas di Indonesia dan masih jarang pengelolaannya karena resiko gagal yang cukup tinggi. Salah satu jenis tanah pada lahan marginal adalah tanah ultisol. Meskipun tanah ultisol termasuk kedalam lahan marginal namun dengan pengelolaan yang sesuai maka tanah tersebut dapat digunakan sebagai lahan pertanian. Penelitian ini dirancangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial menggunakan kombinasi perlakuan berjumlah 9 variasi. Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali sehingga mendapatkan jumlah kombinasi perlakuan sebanyak 36 tanaman serai wangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jadwal irigasi tetes dan dosis pupuk organik berpengaruh nyata terhadap konduktivitas hidrolik tanah jenuh atau permeabilitas tanah dan kadar air tanah. Namun, tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatan tanah. Kombinasi perlakuan terbaik untuk permeabilitas tanah yaitu perlakuan dengan jadwal irigasi tetes otomatis 3 harian dan dosis pupuk organik sebesar 1500 gram (75 ton/ha). Sedangan kombinasi perlakuan terbaik untuk kadar air tanah yaitu pada dengan jadwal irigasi tetes otomatis 3 harian dan dosis pupuk organik sebesar 1500gram (75 ton/ha). Adapun pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman Serai wangi menunjukan bahwa perlakuan dengan jadwal irigasi tetes otomatis 5 harian dan dosis pupuk organik sebesar 1000gram (50ton/ha) merupakan perlakuan terbaik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Citronella (Cymbopogon Nardus L.) is one type of essential oil plant that is classified as having developed in Indonesia. Citronella distillation can produce an oil commonly called Citronella Oil where the oil is the basic ingredient for making esters for perfumes and cosmetics. Marginal land is a very large area of land in Indonesia and is still rarely managed because the risk of failure is quite high. One type of soil on marginal land is ultisol soil. Although ultisol land is included in marginal land, with appropriate management, the land can be used as agricultural land. This study was designed using a factorial Complete Randomized Design (RAL) using a combination of 9 treatments. Each treatment combination was repeated 4 times so as to get the number of treatment combinations as many as 36 citronella plants. The results showed that the interaction between drip irrigation schedule and organic fertilizer dose had a significant effect on the hydraulic conductivity of saturated soil or soil permeability and soil moisture content. However, it has no noticeable effect on soil density. The best treatment combination for soil permeability is treatment with a 3-day automatic drip irrigation schedule and an organic fertilizer dose of 1500 grams (75 tons/ha). Meanwhile, the best combination of treatments for soil moisture content is with a 3-daily automatic drip irrigation schedule and an organic fertilizer dose of 1500 grams (75 tons/ha). The effect on the growth of citronella plants shows that treatment with a 5-day automatic drip irrigation schedule and a dose of organic fertilizer of 1000 grams (50 tons / ha) is the best treatment.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save