Artikel Ilmiah : D1A019087 a.n. ZUFAR ALPHYLANO AHNAF

Kembali Update Delete

NIMD1A019087
NamamhsZUFAR ALPHYLANO AHNAF
Judul ArtikelPengaruh Level Nitrogen Dari Jenis Pupuk Anorganik Yang Berbeda Pada Produksi Segar Dan Bahan Kering Rumput Benggala (Panicum maximum)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Abstrak. Penelitian berjudul “Pengaruh Level Nitrogen dari Jenis Pupuk Anorganik yang Berbeda
pada Produksi Segar dan Bahan Kering Rumput Benggala (Panicum maximum)”. Penelitian
dilaksanakan di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten. Pengukuran bahan kering
dilaksanakan di Laboratorium Agrostologi, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh level nitrogen dari jenis pupuk anorganik yang berbeda
pada produksi segar dan bahan kering Rumput Benggala. Materi penelitian yang digunakan adalah
Rumput Benggala, feses sapi perah dan pupuk anorganik yaitu urea, NPK, dan ZA. Metode penelitian
yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pemberian level pupuk anorganik mengacu pada
kandungan urea yaitu 100 kg/defoliasi/ha, 200 kg/defoliasi/ha, dan 300 kg/defoliasi/ha yang cara
pemberiannya masing-masing dicampur dengan 3 kg pupuk organik feses sapi perah. Hasil analisis
variansi menunjukkan bahwa tidak adanya pengaruh nyata pada produksi segar dan bahan kering pada
perlakuan pupuk anorganik. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian level nitrogen dari pupuk Urea,
ZA, dan NPK dengan pupuk dasar feses sapi perah tidak meningkatkan produksi segar dan bahan
kering rumput Benggala. Pemberian pupuk NPK dosis 3 sebanyak 138 g/1,5m2
/defoliasi atau 920
kg/ha/defoliasi atau setara dengan urea 300 kg/ha/defoliasi terdapat kecenderungan peningkatan
produksi segar dan bahan kering rumput Benggala (Panicum maximum).
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract. The research titled "The Effect of Different Types of Inorganic Fertilizer Nitrogen Levels
on Fresh and Dry Matter Production of Guinea Grass (Panicum maximum)". Research was conducted
in Limpakuwus Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The observations dry matter took place
in the Agrostology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Universitas Jenderal Soedirman. The aim
of the study was to determine the influence of nitrogen levels from different types of inorganic
fertilizers on the fresh and dry matter production of Guinea Grass. The research materials included
Guinea Grass, dairy cow manure, and inorganic fertilizers such as urea, NPK, and ammonium sulfate
(ZA). The research employed a Completely Randomized Design (CRD). The application of inorganic
fertilizer levels referred to the urea nitrogen content, namely 100 kg/defoliation/ha, 200
kg/defoliation/ha, and 300 kg/defoliation/ha, with each application mixed with 3 kg of organic manure
from dairy cow manure. The analysis of variance results indicated no significant effect on fresh and dry
matter production with different inorganic fertilizer treatments. The conclusion of the study is that
nitrogen level application from Urea, ZA, and NPK fertilizers with a base of dairy cow manure does not
increase the fresh and dry matter production of Guinea Grass. Application of NPK fertilizer at a dose of
3, equivalent to 138 g/1.5m2
/defoliation or 920 kg/ha/defoliation, or equal to urea 300
kg/ha/defoliation, shows a tendency to increase the fresh and dry matter production of Guinea Grass
(Panicum maximum).
Kata kunciRumput Benggala (Panicum maximum), feses sapi perah, pupuk anorganik, produksi segar, produksi bahan kering.
Pembimbing 1Dr. Ir. Agustinah Setyaningrum, M.P., IPU
Pembimbing 2Ir. Nur Hidayat, M.Si., IPM
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2023-11-15 11:05:41.732469
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.