Artikel Ilmiah : F1A019039 a.n. ADE MARBYANTORO

Kembali Update Delete

NIMF1A019039
NamamhsADE MARBYANTORO
Judul ArtikelSTRATEGI BERTAHAN HIDUP PKL DALAM MENGHADAPI MARAKNYA
PENGGUNAAN ONLINE SHOP SAAT PANDEMI COVID-19 DI KAWASAN
CIHAMPELAS BANDUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pandemi Covid-19 sangat berdampak khususnya bagi pedagang kaki lima. Mulai dari sepi
pembeli, menurunnya pendapatan, hingga tidak bisa berjualan akibat adanya kebijakan
pemerintah untuk memberlakukan pembatasan sosial. Adanya kebijakan untuk menjaga
jarak fisik membuat pedagang kaki lima harus memikirkan cara agar bisa bertahan hidup.
Mereka bisa memanfaatkan online shop namun tidak semua orang bisa mengoperasikannya.
Sehingga pedagang kaki lima yang tidak bisa mengoperasikan online shop harus mencari
alternatif lain untuk mempertahankan hidupnya pada saat masa pandemi tengah
berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang
mendeskripsikan secara mendalam terkait strategi bertahan hidup PKL dalam menghadapi
maraknya penggunaan online shop saat pandemi covid-19 di kawasan Cihampelas Bandung.
Teknik yang digunakan untuk menentukan informan adalah teknik purposive sampling.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Interaktif Miles dan Huberman. Hasil
dari penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh PKL di kawasan
Cihampelas Bandung yaitu menjual barang-barang pribadinya agar mereka bisa bertahan
hidup, menerima atau meminta bantuan dari keluarganya, dan menambah pekerjaannya.
Strategi tersebut lah yang dilakukan oleh pedagang kaki lima di kawasan Cihampelas
Bandung untuk mempertahankan hidupnya di tengah maraknya penggunaan online shop
saat pandemi Covid-19. Sedangkan untuk alasan Mengapa PKL masih tetap bertahan di
tengah maraknya penggunaan online shop saat pandemi Covid-19 di kawasan Cihampelas
Bandung yaitu mereka memiliki keterbatasan dalam menggunakan online shop, lalu yang
kedua mereka tidak bisa menemukan pekerjaan lain, ketiga mereka takut kehilangan
pelanggan.
Abtrak (Bhs. Inggris)The Covid-19 pandemic has had a huge impact, especially for street vendors. Starting from the
lack of buyers, decreased income, to being unable to sell due to the government's policy of
imposing social restrictions. The existence of a policy to maintain physical distance makes
street vendors have to think of ways to survive. They can take advantage of the online shop but
not everyone can operate it. So that street vendors who cannot operate an online shop must
look for other alternatives to survive during the ongoing pandemic. This study uses a
qualitative research method which describes in depth the survival strategies of street vendors
2
in dealing with the widespread use of online shops during the Covid-19 pandemic in the
Cihampelas area, Bandung. The technique used to determine informants is a purposive
sampling technique. Data collection methods used in research are observation, interviews, and
documentation. Data analysis used Miles and Huberman's Interactive analysis. The results of
the study show that the strategies used by street vendors in the Cihampelas area of Bandung
are selling their personal belongings so they can survive, receive or ask for help from their
families, and add to their jobs. This strategy was carried out by street vendors in the
Cihampelas area of Bandung to survive in the midst of the widespread use of online shops
during the Covid-19 pandemic. As for the reasons why street vendors still survive amid the
widespread use of online shops during the Covid-19 pandemic in the Cihampelas Bandung
area, namely they have limitations in using online shops, then secondly they cannot find other jobs, thirdly they are afraid of losing customers.
Kata kunciStrategi bertahan, Pedagang kaki lima, Online Shop, Pandemi
Pembimbing 1Prof. Dr. Imam Santosa
Pembimbing 2Dr. Masrukin, M.Si.
Pembimbing 3Niken Paramarti Dasuki, S.Sos. M.Si.
Tahun2023
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2023-08-25 00:19:25.417452
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.