Home
Login.
Artikelilmiahs
41613
Update
ADE MARBYANTORO
NIM
Judul Artikel
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PKL DALAM MENGHADAPI MARAKNYA PENGGUNAAN ONLINE SHOP SAAT PANDEMI COVID-19 DI KAWASAN CIHAMPELAS BANDUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pandemi Covid-19 sangat berdampak khususnya bagi pedagang kaki lima. Mulai dari sepi pembeli, menurunnya pendapatan, hingga tidak bisa berjualan akibat adanya kebijakan pemerintah untuk memberlakukan pembatasan sosial. Adanya kebijakan untuk menjaga jarak fisik membuat pedagang kaki lima harus memikirkan cara agar bisa bertahan hidup. Mereka bisa memanfaatkan online shop namun tidak semua orang bisa mengoperasikannya. Sehingga pedagang kaki lima yang tidak bisa mengoperasikan online shop harus mencari alternatif lain untuk mempertahankan hidupnya pada saat masa pandemi tengah berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mendeskripsikan secara mendalam terkait strategi bertahan hidup PKL dalam menghadapi maraknya penggunaan online shop saat pandemi covid-19 di kawasan Cihampelas Bandung. Teknik yang digunakan untuk menentukan informan adalah teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Interaktif Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh PKL di kawasan Cihampelas Bandung yaitu menjual barang-barang pribadinya agar mereka bisa bertahan hidup, menerima atau meminta bantuan dari keluarganya, dan menambah pekerjaannya. Strategi tersebut lah yang dilakukan oleh pedagang kaki lima di kawasan Cihampelas Bandung untuk mempertahankan hidupnya di tengah maraknya penggunaan online shop saat pandemi Covid-19. Sedangkan untuk alasan Mengapa PKL masih tetap bertahan di tengah maraknya penggunaan online shop saat pandemi Covid-19 di kawasan Cihampelas Bandung yaitu mereka memiliki keterbatasan dalam menggunakan online shop, lalu yang kedua mereka tidak bisa menemukan pekerjaan lain, ketiga mereka takut kehilangan pelanggan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Covid-19 pandemic has had a huge impact, especially for street vendors. Starting from the lack of buyers, decreased income, to being unable to sell due to the government's policy of imposing social restrictions. The existence of a policy to maintain physical distance makes street vendors have to think of ways to survive. They can take advantage of the online shop but not everyone can operate it. So that street vendors who cannot operate an online shop must look for other alternatives to survive during the ongoing pandemic. This study uses a qualitative research method which describes in depth the survival strategies of street vendors 2 in dealing with the widespread use of online shops during the Covid-19 pandemic in the Cihampelas area, Bandung. The technique used to determine informants is a purposive sampling technique. Data collection methods used in research are observation, interviews, and documentation. Data analysis used Miles and Huberman's Interactive analysis. The results of the study show that the strategies used by street vendors in the Cihampelas area of Bandung are selling their personal belongings so they can survive, receive or ask for help from their families, and add to their jobs. This strategy was carried out by street vendors in the Cihampelas area of Bandung to survive in the midst of the widespread use of online shops during the Covid-19 pandemic. As for the reasons why street vendors still survive amid the widespread use of online shops during the Covid-19 pandemic in the Cihampelas Bandung area, namely they have limitations in using online shops, then secondly they cannot find other jobs, thirdly they are afraid of losing customers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save