Artikel Ilmiah : K1A019072 a.n. ARIKUNTO TEGAR RIZQIAN

Kembali Update Delete

NIMK1A019072
NamamhsARIKUNTO TEGAR RIZQIAN
Judul ArtikelAPLIKASI DAN KARAKTERISASI PEWARNAAN BATIK
MENGGUNAKAN KULIT KAYU LOKAL MER, MENGKUDU
DAN MAHONI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Batik adalah salah satu bentuk seni kuno. Pewarnaan batik dapat dilakukan
dengan menggunakan pewarna yang berasal dari bahan alami seperti mer, mengkudu,
dan mahoni. Batik dengan zat warna alami memiliki tahan luntur warna yang baik
dengan ditambahnya fiksator. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui
pengaruh jenis fiksator terhadap karakteristik warna kulit kayu mer, kayu
mengkudu, dan kayu mahoni pada batik pewarna alami, mengetahui pengaruh
gosokan basah, gosokan kering, pencucian dan sinar matahari langsung terhadap
intensitas warna batik pewarna alami dan mengetahui kestabilan zat warna alami
ekstrak kulit kayu mer, kayu mengkudu, dan kayu mahoni terhadap uji panas, pH
dan cahaya. Uji klasifikasi kain batik dilakukan dengan menguji nilai L*a*b* dan
menguji tahan luntur warna. Fiksasi tawas memberikan warna lebih cerah. Kapur
yang alkalis memberikan nuansa kemerahan. Tunjung memberikan arah warna tua.
Uji sinar matahari yang paling tinggi adalah zat warna alami mer dan mengkudu
dengan fiksator tunjung bernilai 5 (baik sekali). Uji pencucian sabun yang paling
tinggi adalah zat warna mahoni dengan fiksator tawas, kapur, dan tunjung sebesar
4 (baik). Uji gosokan kering yang paling tinggi adalah mer dengan fiksator tunjung,
mengkudu dengan fiksator kapur, dan mahoni dengan fiksator tawas serta kapur
sebesar 4 (baik). Uji gosokan basah yang paling tinggi adalah zat warna alami mer
dengan fiksator tawas serta kapur sebesar 4 (baik). Zat warna alami mengkudu dan
mahoni terdegradasi pada suhu 50 °C dan 80 °C. Zat warna mer, mengkudu, dan
mahoni terdegradasi dengan berubahnya pH. Zat warna mer, mengkudu, dan mahoni terdegradasi dalam kondisi gelap serta dengan penyinaran lampu UV
Abtrak (Bhs. Inggris)Batik is one of the ancient art forms. Batik coloring can be done using dyes
derived from natural materials such as mer, noni and mahogany. Batik with natural
dyes has good color fastness with the addition of a fixator. The aims of this study
were to determine the effect of the type of fixator on the color characteristics of
mercat bark, noni wood, and mahogany wood in natural dyed batik, to determine
the effect of wet rubbing, dry rubbing, washing and direct sunlight on the color
intensity of natural dyed batik and to determine the stability of the natural dyes of
mer bark extract, noni wood, and mahogany wood against heat, pH and light tests.
The classification test for batik cloth was carried out by testing the L*a*b* value
and testing the color fastness. Alum fixation gives a brighter color. Alkaline lime
gives a reddish hue. Tunjung gives the old color direction. The highest sunlight test
was the natural dyes of mer and noni with a high score of 5 (very good). The highest
soap leaching test was mahogany dye with alum, lime and tunjung fixators of 4
(good). The highest dry rub tests were mers with tunjung fixator, noni with lime
fixators, and mahogany with alum and lime fixators at 4 (good). The highest wet
rub test was natural meringue dye with alum and lime fixators of 4 (good). Natural
dyes of noni and mahogany degrade at 50 °C and 80 °C. Mer, noni, and mahogany
dyes degrade with changes in pH. Mer, noni, and mahogany dyes degrade in the
dark and with UV lamp irradiation.
Kata kunciDegradasi, fiksasi, zat warna alami
Pembimbing 1Ari Asnani, S.Si., M.Sc., Ph.D
Pembimbing 2Amin Fatoni, S.Si., M.Si., Ph.D
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman97
Tgl. Entri2023-08-22 10:29:59.568991
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.