Home
Login.
Artikelilmiahs
41345
Update
ARIKUNTO TEGAR RIZQIAN
NIM
Judul Artikel
APLIKASI DAN KARAKTERISASI PEWARNAAN BATIK MENGGUNAKAN KULIT KAYU LOKAL MER, MENGKUDU DAN MAHONI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Batik adalah salah satu bentuk seni kuno. Pewarnaan batik dapat dilakukan dengan menggunakan pewarna yang berasal dari bahan alami seperti mer, mengkudu, dan mahoni. Batik dengan zat warna alami memiliki tahan luntur warna yang baik dengan ditambahnya fiksator. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh jenis fiksator terhadap karakteristik warna kulit kayu mer, kayu mengkudu, dan kayu mahoni pada batik pewarna alami, mengetahui pengaruh gosokan basah, gosokan kering, pencucian dan sinar matahari langsung terhadap intensitas warna batik pewarna alami dan mengetahui kestabilan zat warna alami ekstrak kulit kayu mer, kayu mengkudu, dan kayu mahoni terhadap uji panas, pH dan cahaya. Uji klasifikasi kain batik dilakukan dengan menguji nilai L*a*b* dan menguji tahan luntur warna. Fiksasi tawas memberikan warna lebih cerah. Kapur yang alkalis memberikan nuansa kemerahan. Tunjung memberikan arah warna tua. Uji sinar matahari yang paling tinggi adalah zat warna alami mer dan mengkudu dengan fiksator tunjung bernilai 5 (baik sekali). Uji pencucian sabun yang paling tinggi adalah zat warna mahoni dengan fiksator tawas, kapur, dan tunjung sebesar 4 (baik). Uji gosokan kering yang paling tinggi adalah mer dengan fiksator tunjung, mengkudu dengan fiksator kapur, dan mahoni dengan fiksator tawas serta kapur sebesar 4 (baik). Uji gosokan basah yang paling tinggi adalah zat warna alami mer dengan fiksator tawas serta kapur sebesar 4 (baik). Zat warna alami mengkudu dan mahoni terdegradasi pada suhu 50 °C dan 80 °C. Zat warna mer, mengkudu, dan mahoni terdegradasi dengan berubahnya pH. Zat warna mer, mengkudu, dan mahoni terdegradasi dalam kondisi gelap serta dengan penyinaran lampu UV
Abtrak (Bhs. Inggris)
Batik is one of the ancient art forms. Batik coloring can be done using dyes derived from natural materials such as mer, noni and mahogany. Batik with natural dyes has good color fastness with the addition of a fixator. The aims of this study were to determine the effect of the type of fixator on the color characteristics of mercat bark, noni wood, and mahogany wood in natural dyed batik, to determine the effect of wet rubbing, dry rubbing, washing and direct sunlight on the color intensity of natural dyed batik and to determine the stability of the natural dyes of mer bark extract, noni wood, and mahogany wood against heat, pH and light tests. The classification test for batik cloth was carried out by testing the L*a*b* value and testing the color fastness. Alum fixation gives a brighter color. Alkaline lime gives a reddish hue. Tunjung gives the old color direction. The highest sunlight test was the natural dyes of mer and noni with a high score of 5 (very good). The highest soap leaching test was mahogany dye with alum, lime and tunjung fixators of 4 (good). The highest dry rub tests were mers with tunjung fixator, noni with lime fixators, and mahogany with alum and lime fixators at 4 (good). The highest wet rub test was natural meringue dye with alum and lime fixators of 4 (good). Natural dyes of noni and mahogany degrade at 50 °C and 80 °C. Mer, noni, and mahogany dyes degrade with changes in pH. Mer, noni, and mahogany dyes degrade in the dark and with UV lamp irradiation.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save