Artikel Ilmiah : K1A019049 a.n. RISMA AMALIA SAFITRI

Kembali Update Delete

NIMK1A019049
NamamhsRISMA AMALIA SAFITRI
Judul ArtikelKarakterisasi Zat Warna Alami dari Kulit Buah Jalawe, Manggis, dan Delima serta Aplikasinya untuk Pewarnaan Batik
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pewarnaan kain batik dapat menggunakan pewarna alami dari kulit buah.
Kulit buah jalawe, kulit buah manggis, dan kulit buah delima mengandung pigmen
warna dan senyawa bioaktif sehingga dapat dijadikan sumber zat warna alami yang
berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian adalah mengekstraksi zat warna
alami dari kulit buah, menguji aktivitas antibakteri dan mengaplikasikan zat warna
alami untuk pewarnaan kain batik, serta karakterisasi kain batik pewarna alami.
Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap
pola faktorial. Sampel kulit buah dimaserasi menggunakan pelarut air untuk
memperoleh zat warna alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit buah
jalawe, kulit buah manggis, dan kulit buah delima mengandung zat warna alami
dengan warna ekstrak coklat, coklat kekuningan, dan coklat kemerahan. Aktivitas
antibakteri terhadap bakteri S. epidermidis oleh ekstrak zat warna alami dari kulit
buah jalawe tergolong sedang, sedangkan kulit buah manggis dan kulit buah delima
tergolong lemah. Aplikasi zat warna alami kulit buah jalawe, kulit buah manggis,
dan kulit buah delima pada kain batik menghasilkan warna kain coklat (55,86; 9,78;
26,24), coklat kekuningan (52,59; 12,76; 12,47), dan coklat kemerahan (60,46;
12,57; 26,37). Karakteristik warna kain batik pewarna alami dengan fiksator tawas
dan kapur menunjukkan warna yang sama dengan warna asli, sedangkan fiksator
tunjung menunjukkan warna yang lebih gelap. Nilai tahan luntur warna kain batik
pewarna alami terhadap sinar matahari dan pencucian sabun secara keseluruhan
sudah memenuhi syarat mutu SNI yaitu nilai minimal 4 (baik). Nilai tahan luntur
warna terhadap gosokan kering dan gosokan basah belum memenuhi syarat mutu
SNI namun memiliki rerata nilai pada kategori 3 (cukup) – 4 (baik).
Abtrak (Bhs. Inggris)Dyeing batik can use natural dyes from rinds. The rind of jalawe, mangosteen,
and pomegranate contain color pigments and bioactive compounds so that they can
be used as a source of natural dyes that have the potential to be antibacterial. The
aims of this study were to extract natural dyes from the rinds, to test their
antibacterial activity and to apply natural dyes for dyeing batik, as well as to
characterize natural dye batik. The study was conducted experimentally using a
complete randomized design of factorial patterns. The rind samples were macerated
using water solvents to obtain natural dyes. The results showed that the rind of
jalawe, mangosteen, and pomegranate contain natural dyes with brown, yellowish-
brown, and reddish-brown extract colors. The antibacterial activity against S.
epidermidis from natural dye extract from the rind of jalawe was moderate, while
the rind of mangosteen and pomegranate were weak. Application of natural dyes
from the rind of jalawe, mangosteen, and pomegranate on batik resulted in brown
(55.86; 9.78; 26.24), yellowish-brown (52.59; 12.76; 12.47), and reddish brown
(60.46; 12.7; 26.37). The color characteristics of natural dye batik with alum and
lime fixators showed the same color as the original color, while tunjung fixators
showed darker colors. The color fastness value of natural dye batik fabric to sunlight
and soap washing as a whole has met the SNI quality requirements, namely a
minimum value of 4 (good). The value of color fastness against dry rubbing and
wet rubbing does not met the SNI quality requirements but had an average value in
category 3 (sufficient) – 4 (good).
Kata kunciBatik, jalawe, manggis, delima, S. epidermidis
Pembimbing 1Ari Asnani, S.Si., M.Sc., Ph.D
Pembimbing 2Dra. Eva Vaulina Yulistia Delsy, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman96
Tgl. Entri2023-07-27 16:27:48.044156
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.