Home
Login.
Artikelilmiahs
40579
Update
RISMA AMALIA SAFITRI
NIM
Judul Artikel
Karakterisasi Zat Warna Alami dari Kulit Buah Jalawe, Manggis, dan Delima serta Aplikasinya untuk Pewarnaan Batik
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pewarnaan kain batik dapat menggunakan pewarna alami dari kulit buah. Kulit buah jalawe, kulit buah manggis, dan kulit buah delima mengandung pigmen warna dan senyawa bioaktif sehingga dapat dijadikan sumber zat warna alami yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian adalah mengekstraksi zat warna alami dari kulit buah, menguji aktivitas antibakteri dan mengaplikasikan zat warna alami untuk pewarnaan kain batik, serta karakterisasi kain batik pewarna alami. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Sampel kulit buah dimaserasi menggunakan pelarut air untuk memperoleh zat warna alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit buah jalawe, kulit buah manggis, dan kulit buah delima mengandung zat warna alami dengan warna ekstrak coklat, coklat kekuningan, dan coklat kemerahan. Aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. epidermidis oleh ekstrak zat warna alami dari kulit buah jalawe tergolong sedang, sedangkan kulit buah manggis dan kulit buah delima tergolong lemah. Aplikasi zat warna alami kulit buah jalawe, kulit buah manggis, dan kulit buah delima pada kain batik menghasilkan warna kain coklat (55,86; 9,78; 26,24), coklat kekuningan (52,59; 12,76; 12,47), dan coklat kemerahan (60,46; 12,57; 26,37). Karakteristik warna kain batik pewarna alami dengan fiksator tawas dan kapur menunjukkan warna yang sama dengan warna asli, sedangkan fiksator tunjung menunjukkan warna yang lebih gelap. Nilai tahan luntur warna kain batik pewarna alami terhadap sinar matahari dan pencucian sabun secara keseluruhan sudah memenuhi syarat mutu SNI yaitu nilai minimal 4 (baik). Nilai tahan luntur warna terhadap gosokan kering dan gosokan basah belum memenuhi syarat mutu SNI namun memiliki rerata nilai pada kategori 3 (cukup) – 4 (baik).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dyeing batik can use natural dyes from rinds. The rind of jalawe, mangosteen, and pomegranate contain color pigments and bioactive compounds so that they can be used as a source of natural dyes that have the potential to be antibacterial. The aims of this study were to extract natural dyes from the rinds, to test their antibacterial activity and to apply natural dyes for dyeing batik, as well as to characterize natural dye batik. The study was conducted experimentally using a complete randomized design of factorial patterns. The rind samples were macerated using water solvents to obtain natural dyes. The results showed that the rind of jalawe, mangosteen, and pomegranate contain natural dyes with brown, yellowish- brown, and reddish-brown extract colors. The antibacterial activity against S. epidermidis from natural dye extract from the rind of jalawe was moderate, while the rind of mangosteen and pomegranate were weak. Application of natural dyes from the rind of jalawe, mangosteen, and pomegranate on batik resulted in brown (55.86; 9.78; 26.24), yellowish-brown (52.59; 12.76; 12.47), and reddish brown (60.46; 12.7; 26.37). The color characteristics of natural dye batik with alum and lime fixators showed the same color as the original color, while tunjung fixators showed darker colors. The color fastness value of natural dye batik fabric to sunlight and soap washing as a whole has met the SNI quality requirements, namely a minimum value of 4 (good). The value of color fastness against dry rubbing and wet rubbing does not met the SNI quality requirements but had an average value in category 3 (sufficient) – 4 (good).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save