Artikel Ilmiah : I1C017094 a.n. ZACKY HANIFA FIRDAUS

Kembali Update Delete

NIMI1C017094
NamamhsZACKY HANIFA FIRDAUS
Judul ArtikelESTIMASI KADAR AMIKASIN PADA PASIEN PNEUMONIA
DI RSUD AJIBARANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Amikasin merupakan antibiotik golongan
aminoglikosida yang memiliki nilai sensitivitas
yang baik terhadap bakteri penyebab pneumonia
seperti Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas
aeruginosa, dan Acinetobacter baumannii.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan
estimasi kadar obat amikasin dalam darah dengan
perhitungan farmakokinetika sehingga tercapai
efektivitas yang optimal. Penelitian ini
menggunakan metode case series yang bersifat
retrospektif. Gambaran estimasi kadar amikasin
di RSUD Ajibarang pada pasien pneumonia
rawat inap di RSUD Ajibarang periode Januari
2018-Desember 2020 sebanyak 1 pasien berada
pada rentang terapi (8-16 mg/L), sebanyak 6
pasien berada di bawah rentang terapi (<8 mg/L)
dan 2 pasien berada di atas rentang terapi (>16
mg/L). Nilai MIC bakteri berbeda-beda, untuk
bakteri Klebsiella pneumoniae 4 mg/L,
Acinetobacter baumannii 8 mg/L, dan
Pseudomonas aeruginosa 16 mg/L. Nilai rasio
Cmax/MIC dikatakan baik jika ≥8 mg/L. Nilai
Rasio Cmax/MIC untuk Klebsiella pneumoniae
mencapai rentang optimal pada 1 pasien (≥8
mg/L). Untuk bakteri Acinetobacter baumannii
mencapai rentang optimal sebanyak 3 pasien (≥8
mg/L), dan bakteri Pseudomonas aeruginosa
mencapai rentang optimal pada 1 pasien (≥8
mg/L). Pemberian amikasin pada pasien perlu
dilakukan monitoring kadar karena jika kadar
berada diatas rentang terapi akan meningkatkan
potensi toksisitas/ADR dan jika berada dibawah
rentang terapi tidak menimbulkan efek terapetik yang diinginkan
Abtrak (Bhs. Inggris)Amikacin is an aminoglycoside class antibiotic
that has a good sensitivity value against bacteria
that cause pneumonia such as Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, and
Acinetobacter baumannii. The purpose of this
study was to determine the estimation of
amikacin drug levels in the blood with
pharmacokinetic calculations to achieve optimal
effectiveness. This study used a retrospective
case series method. The estimation of amikacin
levels at RSUD Ajibarang in hospitalized
pneumonia patients in RSUD Ajibarang for the
period January 2018-December 2020 was 1
patient in the therapeutic range (8-16 mg/L), 6
patients were below the therapeutic range (<8
mg/L) and 2 patients were above the therapeutic
range (>16 mg/L). The MIC values of bacteria
vary, for Klebsiella pneumoniae 4 mg/L,
Acinetobacter baumannii 8 mg/L, and
Pseudomonas aeruginosa 16 mg/L. The
Cmax/MIC ratio value is said to be good if ≥8
mg/L. The Cmax/MIC ratio value for Klebsiella
pneumoniae reached the optimal range in 1
patient (≥8 mg/L). For Acinetobacter baumannii
bacteria, it reached the optimal range in 3
patients (≥8 mg/L), and Pseudomonas aeruginosa
bacteria reached the optimal range in 1 patient
(≥8 mg/L). Administration of amikacin to
patients needs to be monitored because if the
level is above the therapeutic range it will
increase the potential for toxicity / ADR and if it
is below the therapeutic range it does not cause
the desired therapeutic effect
Kata kunciPneumonia, Amikacin, Concentration Steady-States
Pembimbing 1apt. Masita Wulandari Suryoputri. M.Sc.
Pembimbing 2apt. Dewi Latifatul Ilma, M.Clin Pharm.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2023-02-23 21:26:29.572148
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.