Artikel Ilmiah : A1A016073 a.n. RIFKYADI NAUFAL AZHAR

Kembali Update Delete

NIMA1A016073
NamamhsRIFKYADI NAUFAL AZHAR
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI (Oryza sativa L)
ORGANIK DI KECAMATAN SUKAHENING, KABUPATEN
TASIKMALAYA, PROVINSI JAWA BARAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah padi.
Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman penghasil beras yang berasal dari
family Gramineae. Tanaman padi merupakan tanaman yang istimewa karena
tanaman padi memiliki kemampuan beradaptasi hampir pada semua lingkungan
dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Kecamatan Sukahening merupakan
salah satu kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki sawah cukup luas.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keadaan usahatani padi organik di
Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, 2) menganalisis faktor-faktor
apakah yang mempengaruhi produksi padi organik di Kecamatan Sukahening,
Kabupaten Tasikmalaya, 3) menghitung biaya produksi, penerimaan, dan
pendapatan bersih ushatani padi organik di Kecamatan Sukahening, Kabupaten
Tasikmalaya,
4) menganalisis bagaimana strategi pengembangan usahatani padi organik di
Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2021 sampai dengan bulan
September 2021. Responden ditentukan dengan menggunakan metode sensus
dengan jumlah responden sebanyak 31 petani padi organik. Analisis yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, analisis fungsi produksi
Cobb Douglas, analisis SWOT dan QSPM.
Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Petani responden di Kecamatan
Sukahening belum melaksanakan budidaya padi organik secara konsisten dan
maksimal di setiap musim tanam karena masih kekurangan bahan baku
pembuatan pupuk organik dari hewan ternak, beban kerja lebih berat, dan harga
jual gabah yang fluktuatif. Kegiatan usahatani padi organik baru berjalan dengan
maksimal apabila ada bantuan pupuk dan pestisida organik 2) Faktor produksi
luas lahan, benih padi, dan pupuk organik secara parsial berpengaruh nyata
terhadap produksi padi organik. Faktor produksi Tenaga kerja, pestisida organik,
dan pengalaman usahatani secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap hasil
produksi padi organik, , 3) Total biaya produksi yang dikeluarkan pada usahatani
padi organik di Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya yaitu sebesar Rp
9.987.113 per hektar dengan penerimaan sebesar Rp 19.195.514 per hektar dan
pendapatan bersih usahatani padi organik sebesar Rp 9.298.401 per hektar, 4)
Strategi yang cocok diterapkan pada usahatani padi organik di Kecamatan
Sukahening Kabupaten Tasikmalaya adalah a) Penguatan kelompok tani,
pembinaan petani muda, dan pemasaran, b) Penambahan hewan ternak,
pembangunan akses jalan menuju sawah, dan peningkatan pembinaan mengenai
pertanian organik, c) Penanaman varietas padi wangi dan tahan hama penyakit.
Abtrak (Bhs. Inggris)Agricultural commodities that are widely cultivated in Indonesia are rice.
Padi (Oryza sativa L) is a rice-producing plant derived from the Gramineae
family. Rice plants are special because they have the ability to adapt to almost all
environments from lowlands to highlands. Sukahening District is one of the
subdistricts in Tasikmalaya Regency that has a large rice field. This study aims to
1) find out the state of organic rice farming in Sukahening District, Tasikmalaya
Regency, 2) analyze what factors affect organic rice production in Sukahening
District, Tasikmalaya Regency, 3) calculate production costs, revenues, and net
income of organic rice farming in Sukahening District, Tasikmalaya Regency, 4)
analyze how the strategy of developing organic rice farming business in
Sukahening District, Tasikmalaya Regency.
The study was conducted from July 2021 to September 2021. Respondents
were determined using the census method with the number of respondents as
many as 31 organic rice farmers. The analysis used in this study is descriptive
analysis, Cobb Douglas production function analysis, SWOT analysis and QSPM.
The results of this study showed 1) Respondent farmers in Sukahening District
have not carried out organic rice cultivation consistently and maximally in each
growing season because there is still a shortage of raw materials for making
organic fertilizer from livestock, heavier workloads, and fluctuating grain selling
prices. New organic rice farming activities run optimally if there is the help of
organic fertilizers and pesticides, 2) The factor of widespread production of land,
rice seeds, and organic fertilizers partially has a real effect on organic rice
production. Labor production factors, organic pesticides, and agricultural
experience partially have no real effect on organic rice production, 3) The total
production costs incurred in organic rice farming in Sukahening District,
Tasikmalaya Regency are IDR 9,987,113 per hectare with revenue of IDR
19,195,514 per hectare and net income of organic rice farming of IDR 9,298,401
per hectare, 4) Suitable strategies applied to organic rice farming in Sukahening
District of Tasikmalaya Regency are Strengthening of farming groups, fostering
young farmers, and marketing, b) Addition of livestock, construction of road
access to rice fields, and increased construction on organic agriculture, c)
Planting of fragrant and pest-resistant varieties of disease.
Kata kuncifaktor produksi, usahatani, biaya produksi, hasil produksi, padi organik, penerimaan, pendapatan bersih, SWOT, IE, QSPM.
Pembimbing 1Prof. Dr. Ir. Anny Hartati, S.U
Pembimbing 2Alpha Nadeira Mandamdari, S.P., M.P
Pembimbing 3Indah Widyarini, S.P., M.Sc
Tahun2022
Jumlah Halaman103
Tgl. Entri2022-11-02 13:48:39.824208
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.