Home
Login.
Artikelilmiahs
37769
Update
RIFKYADI NAUFAL AZHAR
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI (Oryza sativa L) ORGANIK DI KECAMATAN SUKAHENING, KABUPATEN TASIKMALAYA, PROVINSI JAWA BARAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Komoditas pertanian yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah padi. Padi (Oryza sativa L) merupakan tanaman penghasil beras yang berasal dari family Gramineae. Tanaman padi merupakan tanaman yang istimewa karena tanaman padi memiliki kemampuan beradaptasi hampir pada semua lingkungan dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Kecamatan Sukahening merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki sawah cukup luas. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keadaan usahatani padi organik di Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, 2) menganalisis faktor-faktor apakah yang mempengaruhi produksi padi organik di Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, 3) menghitung biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan bersih ushatani padi organik di Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, 4) menganalisis bagaimana strategi pengembangan usahatani padi organik di Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2021 sampai dengan bulan September 2021. Responden ditentukan dengan menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 31 petani padi organik. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, analisis fungsi produksi Cobb Douglas, analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Petani responden di Kecamatan Sukahening belum melaksanakan budidaya padi organik secara konsisten dan maksimal di setiap musim tanam karena masih kekurangan bahan baku pembuatan pupuk organik dari hewan ternak, beban kerja lebih berat, dan harga jual gabah yang fluktuatif. Kegiatan usahatani padi organik baru berjalan dengan maksimal apabila ada bantuan pupuk dan pestisida organik 2) Faktor produksi luas lahan, benih padi, dan pupuk organik secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi padi organik. Faktor produksi Tenaga kerja, pestisida organik, dan pengalaman usahatani secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap hasil produksi padi organik, , 3) Total biaya produksi yang dikeluarkan pada usahatani padi organik di Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya yaitu sebesar Rp 9.987.113 per hektar dengan penerimaan sebesar Rp 19.195.514 per hektar dan pendapatan bersih usahatani padi organik sebesar Rp 9.298.401 per hektar, 4) Strategi yang cocok diterapkan pada usahatani padi organik di Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya adalah a) Penguatan kelompok tani, pembinaan petani muda, dan pemasaran, b) Penambahan hewan ternak, pembangunan akses jalan menuju sawah, dan peningkatan pembinaan mengenai pertanian organik, c) Penanaman varietas padi wangi dan tahan hama penyakit.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Agricultural commodities that are widely cultivated in Indonesia are rice. Padi (Oryza sativa L) is a rice-producing plant derived from the Gramineae family. Rice plants are special because they have the ability to adapt to almost all environments from lowlands to highlands. Sukahening District is one of the subdistricts in Tasikmalaya Regency that has a large rice field. This study aims to 1) find out the state of organic rice farming in Sukahening District, Tasikmalaya Regency, 2) analyze what factors affect organic rice production in Sukahening District, Tasikmalaya Regency, 3) calculate production costs, revenues, and net income of organic rice farming in Sukahening District, Tasikmalaya Regency, 4) analyze how the strategy of developing organic rice farming business in Sukahening District, Tasikmalaya Regency. The study was conducted from July 2021 to September 2021. Respondents were determined using the census method with the number of respondents as many as 31 organic rice farmers. The analysis used in this study is descriptive analysis, Cobb Douglas production function analysis, SWOT analysis and QSPM. The results of this study showed 1) Respondent farmers in Sukahening District have not carried out organic rice cultivation consistently and maximally in each growing season because there is still a shortage of raw materials for making organic fertilizer from livestock, heavier workloads, and fluctuating grain selling prices. New organic rice farming activities run optimally if there is the help of organic fertilizers and pesticides, 2) The factor of widespread production of land, rice seeds, and organic fertilizers partially has a real effect on organic rice production. Labor production factors, organic pesticides, and agricultural experience partially have no real effect on organic rice production, 3) The total production costs incurred in organic rice farming in Sukahening District, Tasikmalaya Regency are IDR 9,987,113 per hectare with revenue of IDR 19,195,514 per hectare and net income of organic rice farming of IDR 9,298,401 per hectare, 4) Suitable strategies applied to organic rice farming in Sukahening District of Tasikmalaya Regency are Strengthening of farming groups, fostering young farmers, and marketing, b) Addition of livestock, construction of road access to rice fields, and increased construction on organic agriculture, c) Planting of fragrant and pest-resistant varieties of disease.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save