Artikel Ilmiah : F1A017100 a.n. Rahardiani Sukmajati

Kembali Update Delete

NIMF1A017100
NamamhsRahardiani Sukmajati
Judul ArtikelTRADISI TUTUPAN BAGI WARGA NAHDLIYIN DI DESA GUNUNGWULED,
KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tradisi merupakan warisan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi, Tradisi
Tutupan menjadi tradisi yang berkembang dan dipelihara oleh Warga Nahdliyin Desa
Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled menjalankan dan memaknai
Tradisi Tutupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, sasaran
penelitian adalah Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled yang mengikuti ritual Tradisi
Tutupan. Hasil penelitian menujukan bahwa Tradisi Tutupan dilakukan oleh Warga
Nahdliyin dengan mendatangi makam Mbah Rubiah Kembang dan Mbah Rubiah sari. Beliau
merupakan keturunan dari walisongo yang telah menyebarkan agama Islam di Desa
Gunungwuled. Terdapat dua pemaknaan dalam Tradisi Tutupan bagi Warga Nahdliyin Desa
Gunungwuled. Yaitu, makna benda-benda pada aktivitas Tradisi Tutupan dan makna dari
ritual Tradisi Tutupan. Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled memaknai tradisi sebagai
wadah untuk menguatkan nilai-nilai Islam, melestarikan budaya, dan meningkatkan
solidaritas kelompok. Tradisi Tutupan dilakukan oleh Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled
dari generasi ke generasi, Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled juga memaknai Tradisi
Tutupan sebagai wadah untuk menguatkan nilai-nilai Islam, pelestarian budaya, dan
meningkatkan solidaritas kelompok. Tradisi Tutupan perlu dijaga dengan baik supaya tidak
ada kesalahpahaman antara ziarah dan syirik. Bagi pemerintah setempat sebaiknya
mendokumentasikan kembali Tradisi Tutupan dalam bentuk catatan karena tradisi ini
merupakan aset bagi Desa Gunungwuled.
Abtrak (Bhs. Inggris)Tradition is a cultural heritage that has been passed down from generation to generation, the
Tutupan Tradition is a tradition that is developed and maintained by the Nahdliyin Residents of Gunungwuled Village, Rembang District, Purbalingga Regency. This study aims to find out how the Nahdliyin residents of Gunungwuled Village carry out and interpret the Tutupan Tradition. This study uses a descriptive qualitative method, the research target is the Nahdliyin residents of Gunungwuled Village who follow the Tutupan Tradition ritual. The results showed that the Tutupan Tradition was carried out by Nahdliyin residents by visiting the graves of Mbah Rubiah Kembang and Mbah Rubiah Sari. He is a descendant of Walisongo who has spread Islam in Gunungwuled Village. There are two meanings in the Tutupan Tradition for the Nahdliyin Residents of Gunungwuled Village. Namely, the meaning of objects in the Tutupan tradition and the meaning of the Tutupan ritual. The Nahdliyin residents of Gunungwuled Village interpret tradition as a forum to strengthen Islamic values, preserve culture, and increase group solidarity. The Tutupan tradition is carried out by the Nahdliyin residents of Gunungwuled Village from generation to generation, the Nahdliyin residents of Gunungwuled Village also interpret the Tutupan Tradition as a forum to strengthen Islamic values, preserve culture, and increase group solidarity. The Tutupan tradition needs to be properly maintained so that no misunderstanding between pilgrimage and shirk. For the local government, it is better to document the Tutupan Tradition in the form of notes because this tradition is an asset for Gunungwuled Village.
Kata kunciTradisi Tutupan, Warga Nahdliyin
Pembimbing 1Niken Paramarti D.,S.Sos, M.Si
Pembimbing 2Dr. Masrukin, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2022-08-23 15:14:05.002862
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.