Home
Login.
Artikelilmiahs
37293
Update
Rahardiani Sukmajati
NIM
Judul Artikel
TRADISI TUTUPAN BAGI WARGA NAHDLIYIN DI DESA GUNUNGWULED, KECAMATAN REMBANG, KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tradisi merupakan warisan budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi, Tradisi Tutupan menjadi tradisi yang berkembang dan dipelihara oleh Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled menjalankan dan memaknai Tradisi Tutupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, sasaran penelitian adalah Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled yang mengikuti ritual Tradisi Tutupan. Hasil penelitian menujukan bahwa Tradisi Tutupan dilakukan oleh Warga Nahdliyin dengan mendatangi makam Mbah Rubiah Kembang dan Mbah Rubiah sari. Beliau merupakan keturunan dari walisongo yang telah menyebarkan agama Islam di Desa Gunungwuled. Terdapat dua pemaknaan dalam Tradisi Tutupan bagi Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled. Yaitu, makna benda-benda pada aktivitas Tradisi Tutupan dan makna dari ritual Tradisi Tutupan. Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled memaknai tradisi sebagai wadah untuk menguatkan nilai-nilai Islam, melestarikan budaya, dan meningkatkan solidaritas kelompok. Tradisi Tutupan dilakukan oleh Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled dari generasi ke generasi, Warga Nahdliyin Desa Gunungwuled juga memaknai Tradisi Tutupan sebagai wadah untuk menguatkan nilai-nilai Islam, pelestarian budaya, dan meningkatkan solidaritas kelompok. Tradisi Tutupan perlu dijaga dengan baik supaya tidak ada kesalahpahaman antara ziarah dan syirik. Bagi pemerintah setempat sebaiknya mendokumentasikan kembali Tradisi Tutupan dalam bentuk catatan karena tradisi ini merupakan aset bagi Desa Gunungwuled.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tradition is a cultural heritage that has been passed down from generation to generation, the Tutupan Tradition is a tradition that is developed and maintained by the Nahdliyin Residents of Gunungwuled Village, Rembang District, Purbalingga Regency. This study aims to find out how the Nahdliyin residents of Gunungwuled Village carry out and interpret the Tutupan Tradition. This study uses a descriptive qualitative method, the research target is the Nahdliyin residents of Gunungwuled Village who follow the Tutupan Tradition ritual. The results showed that the Tutupan Tradition was carried out by Nahdliyin residents by visiting the graves of Mbah Rubiah Kembang and Mbah Rubiah Sari. He is a descendant of Walisongo who has spread Islam in Gunungwuled Village. There are two meanings in the Tutupan Tradition for the Nahdliyin Residents of Gunungwuled Village. Namely, the meaning of objects in the Tutupan tradition and the meaning of the Tutupan ritual. The Nahdliyin residents of Gunungwuled Village interpret tradition as a forum to strengthen Islamic values, preserve culture, and increase group solidarity. The Tutupan tradition is carried out by the Nahdliyin residents of Gunungwuled Village from generation to generation, the Nahdliyin residents of Gunungwuled Village also interpret the Tutupan Tradition as a forum to strengthen Islamic values, preserve culture, and increase group solidarity. The Tutupan tradition needs to be properly maintained so that no misunderstanding between pilgrimage and shirk. For the local government, it is better to document the Tutupan Tradition in the form of notes because this tradition is an asset for Gunungwuled Village.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save