Artikel Ilmiah : J1C018021 a.n. DEVY ANDRIANI

Kembali Update Delete

NIMJ1C018021
NamamhsDEVY ANDRIANI
Judul ArtikelWakamono Kotoba yang Digunakan Kaum Muda di Jepang (Kajian Morfo-Semantik)
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wakamono kotoba yang digunakan
oleh kaum muda di Jepang ditinjau dari tataran morfologis dan semantik. Metode
penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data menggunakan metode survei dan observasi dengan instrumen
penelitian berupa kuesioner yang memuat pertanyaan terstruktur. Subjek pada
penelitian ini adalah penutur asli bahasa Jepang sebanyak 15 orang, dengan rentang
usia antara 10 hingga 32 tahun. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 buah
pembentukan kata yang baku dalam bahasa Jepang, yaitu haseigo sebanyak 1 kata,
fukugougo sebanyak 2 kata, toujigo sebanyak 5 kata, serta shouryakugo atau
karikomi sebanyak 25 kata. Selain itu, ditemukan pula beberapa kata yang
mengalami proses pembentukan tersendiri, dikarenakan sifat wakamono kotoba
yang tidak terpaku pada bentuk baku dan kaidah bahasa Jepang yang baik dan benar.
Hal ini terkonfirmasi dari hasil analisis data yang menunjukkan adanya perubahan
fonem sebanyak 1 buah kata, perubahan bunyi sebanyak 4 buah kata, dan
penggunaan bahasa asing sebanyak 3 buah kata. Namun demikian, ditemukan pula
wakamono kotoba yang tidak mengalami proses perubahan kata tertentu melainkan
hanya mengalami perluasan makna dari makna aslinya. Berdasarkan hasil
penelitian, dapat disimpulkan bahwa proses pembentukan kata yang paling sering
terjadi yaitu shouryakugo. Oleh karena itu, dapat dikatakan kaum muda di Jepang
cenderung gemar membuat kata menjadi lebih ringkas baik ketika diucapkan
maupun ketika dijadikan sebagai bahasa tulis.
Abtrak (Bhs. Inggris)ABSTRACT

The aims of this study is to describe wakamono kotoba that used by young people
in Japan, in terms of morphological and semantic study. The study method used is
descriptive qualitative method and the data collection method is using survey and
observation methods with research instruments in the form of questionnaires that
containing structured questions. The subjects in this study were 15 native speakers
of Japanese, with the age range from 10 to 32 years. Based on the results, there are
four standard word formations (gokeisei) in Japanese, one word of haseigo, two
words of fukugougo, five words of toujigo, and 25 words of shouryakugo or
karikomi. In addition, there are also some words that undergo a separate process of
formation, due to the nature of wakamono kotoba which is not found in the standard
form and correct Japanese language. This is confirmed by the results of the study
which showed that there were 1 word of phoneme change, 4 words of sound change,
and 3 words by using foreign language. However, it was also found the wakamono
kotoba that did not undergo a word change process but only change in its meaning
from its original meaning. Based on the results of the study, it can be concluded
that the most frequent word formation process is shouryakugo. So it can be said that
young people in Japan tend to like to create a word by making the word more
concise both when spoken and when used as a written language.
Kata kunciwakamono kotoba; morfologi; semantik; shouryakugo
Pembimbing 1Dian Bayu Firmansyah, S.Pd., M.Pd.
Pembimbing 2Yudi Suryadi, S.Pd., M.Pd.
Pembimbing 3
Tahun2022
Jumlah Halaman166
Tgl. Entri2022-08-16 11:51:57.898697
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.